Tuesday, May 31, 2011

THE BLUE ELEPHANT

Genre : action komedi
Sutradara : Kompin Kemgumnird
Pengisi suara (bahasa Inggris) : Miranda Cosgrove,Carl Reiner,Martin Short
Tanggal rilis : 18 Mei 2006
Durasi : 77 menit

Film animasi Thayland ini bercerita tentang riwayat Khan Kluay (di India dikenal sebagai Jumbo), seekor gajah perang negara Thayland pada abad ke-15 yang waktu itu masih bernama Siam.
Pada abad ke-15 itu, Siam masih dijajah oleh Burma dan pada saat itu di sebuah hutan, lahir seekor gajah berwarna biru. Karena belalai gajah biru yang baru lahir itu melengkung mirip pisang maka bayi gajah biru itu diberi nama Khan Kluay yang dalam bahasa Thayland berarti batang pisang.
Tahun berganti tahun sehingga Khan Kluay tumbuh menjadi seekor gajah kecil.

Sebenarnya Khan Kluay bukan gajah sembarangan karena ayah Khan Kluay adalah seekor gajah perang yang gagah perkasa bernama Pran dan tinggal di istana. Ibu Khan Kluay sering menceritakan kehebatan Pran itu kepada Khan Kluay sehingga membuat Khan Kluay sangat bangga, begitu bangganya sehingga Khan Kluay tidak takut berkelahi dengan gajah kecil lain yang menghina ayahnya walaupun gajah itu tubuhnya lebih besar atau bahkan jika harus dikeroyok sekalipun.
Walaupun begitu, ibu Khan Kluay tidak ingin anaknya menjadi gajah perang karena menurutnya berperang itu hanya membuang nyawa sia-sia. Ibu Khan Kluay lebih senang hidup tentram di hutan.

Suatu ketika hutan tempat Khan Kluay tinggal didatangi pasukan perang dari Kerajaan Burma yang baru saja berhasil menculik pangeran Siam bernama Pangeran Naresuan.
Melihat hutan mereka didatangi pasukan tentara Burma, para gajah langsung bersembunyi karena para tentara sering menangkap gajah-gajah untuk dijadikan gajah perang. Ibu Khan Kluay juga menyuruh Khan Kluay untuk bersembunyi.

Tetapi Khan Kluay tidak menuruti perintah ibunya, karena Khan Kluay melihat pasukan Burma itu datang lengkap dengan gajah-gajah perangnya maka Khan Kluay ingin mendatangi pasukan Burma itu agar bisa bertemu dengan ayahnya, Pran si gajah perang.
Pada malam hari ketika Ibu Khan Kluay dan gajah-gajah lain sedang tidur, Khan Kluay diam-diam pergi ke tempat pasukan Burma.



Malang bagi Khan Kluay karena ia ketahuan tentara Burma yang langsung mengejar, untung Khan Kluay bisa masuk ke kemah Pangeran Naresuan yang masih berusia remaja dan menjadi tawanan pasukan Burma.
Pangeran Naresuan berhasil melindungi Khan Kluay sehingga tidak tertangkap oleh tentara Burma. Tetapi nasib baik belum sepenuhnya berpihak pada Khan Kluay, ketika Khan Kluay pulang ke hutan, ia ketahuan lagi oleh tentara-tentara Burma yang langsung mengejar.
Khan Kluay berhasil lolos tetapi ia jatuh ke sungai dan hanyut.

Untung Khan Kluay tidak mati karena ia hanya luka di kaki dan terdampar di sebuah desa kemudian diselamatkan oleh seekor gajah kecil betina bernama Kon Suay yang dipelihara oleh seorang pawang gajah bernama Tian.
Sebenarnya Khan Kluay bisa hidup enak bersama Kon Suay di desa tetapi karena Khan Kluay masih memikirkan ibunya, Khan Kluay bersama Kon Suay kembali ke hutan untuk mencari ibu Khan Kluay.

Tetapi betapa sedih Khan Kluay karena ketika sampai di hutan, ia tidak bertemu dengan ibunya dan gajah-gajah lain karena sudah ditangkap untuk dijadikan gajah pekerja di istana.
Maka Khan Kluay terpaksa menuruti ajakan Kon Suay untuk tinggal bersamanya di desa.
  
Tetapi terjadi salah paham antar Khan Kluay dan Tian sang pawang gajah majikan Kon Suay karena Khan Kluay melihat Tian sering mempekerjakan gajah-gajah untuk mengangkat barang berat dan Khan Kluay menganggap Tian sering menyiksa gajah.
Lebih parah lagi, Khan Kluay menganggap Tian menawannya karena mengikat Khan Kluay dan menggantungnya di tiang padahal hal itu adalah usaha Tian untuk menyembuhkan luka di kaki Khan Kluay.
Maka setelah kaki Khan Kluay sembuh dan Tian tidak lagi menggantungnya, Khan Kluay langsung melarikan diri ke hutan untuk mencari ibunya lagi.

Tapi sepertinya Khan Kluay ditakdirkan untuk bersatu dengan Kon Suay karena ketika sedang pergi ke hutan, Khan Kluay mendengar teriakan Kon suay yang sedang diserang oleh sekelompok musang.
Khan Kluay mendatangi Kon Suay untuk menyelamatkannya dari musang-musang tetapi Khan Kluay tetap kewalahan karena jumlah musang itu terlalu banyak.
Untung datang Tian dengan seekor gajah besar dan berhasil mengusir para musang. Setelah itu, Khan Kluay menerima ajakan Tian untuk tinggal bersamanya.

Kebetulan pada saat itu keadaan Siam sedang genting karena Pangeran Naresuan berhasil melarikan diri dari tahanan Burma maka pemerintah Burma semakin bersikap keras kepada rakyat Siam, pemerintah Burma memungut pajak lebih tinggi pada rakyat siam bahkan mulai merampas harta bendanya. Belum cukup dengan penderitaan rakyat Siam, angkatan perang Burma bersiap menyerang Siam.
Untuk mengantisipasi serangan dari Burma, Raja Siam mulai menyiapkan angkatan perang yang tangguh termasuk gajah-gajah perangnya maka Raja Siam melalui merpati posnya yang bernama Jai mengirim surat kepada Tian untuk melatih gajah-gajahnya menjadi gajah perang.

Dari Jai si merpati pos kerajaan, Khan Kluay bisa tahu bahwa kedua orang tuanya ada di istana tetapi sayangnya tidak sembarang gajah bisa masuk ke istana karena hanya gajah kerajaan yang bisa masuk ke istana. Maka agar bisa menjadi gajah kerajaan, Khan Kluay nekad megikuti program latihan gajah perang dari Tian walaupun usianya masih terlalu muda.
Ternyata bakat militer Pran menurun pada Khan Kluay sehingga di bawah didikan Tian, berapa tahun kemudian Khan Kluay menjadi gajah perang muda yang tangguh. Bersamaan dengan itu, Pangeran Narasuan sudah dewasa dan dinobatkan menjadi Raja Siam.

Tiba saatnya gajah-gajah perang hasil pendidikan Tian termasuk Khan Kluay dipanggil Raja Naresuan ke istana untuk berperang. Setelah sampai di istana, gajah-gajah perang baru itu diseleksi untuk menjadi gajah tunggangan Raja Naresuan.
Dengan ketangguhannya Khan Kluay hampir saja lolos seleksi tahap akhir menjadi gajah Raja Naresuan tetapi tiba-tiba Khan Kluay melihat seekor gajah betina pekerja istana di dalam kurungan yang ternyata adalah ibu Khan Kluay.

Melihat ibunya dikurung, Khan Kluay mengamuk dan berusaha membebaskan ibunya. Karena kekuatannya yang luar biasa tidak ada yang bisa menghentikan Khan Kluay.
Untungnya Raja Naresuan mengenali Khan Kluay sebagai gajah kecil yang dulu pernah ditemuinya ketika masih menjadi tawanan Burma. Raja Naresuan mendekati Khan Kluay yang ternyata juga mengenali Raja naresuan.
Melihat Raja Naresuan yang dulu pernah menyelamatkannya, redalah amarah Khan Kluay dan sejak saat itu resmilah Khan Kluay menjadi gajah tunggangan Raja Naresuan.

Yang membuat Khan Kluay lebih bahagia, ia telah bertemu lagi dengan ibunya tetapi ada hal yang membuatnya sedih yaitu ternyata ayah Khan Kluay yaitu Pran telah tewas dalam pertempuran dan abu kremasinya disimpan di istana.
Menurut cerita salah satu gajah perang yang pernah berjuang bersama Pran, gugurnya Pran karena bertarung dengan gajah perang Burma yang berbadan besar, hitam dan bermata tajam seperti batubara.

Karena tidak ingin nasib anaknya seperti Pran, ibu Khan Kluay menyuruh Khan Kluay berhenti menjadi gajah perang dan kembali ke hutan. Tetapi Khan Kluay terpaksa membantah lagi perintah ibunya karena merasa pengorbanan ayahnya akan sia-sia jika Khan Kluay tidak ikut bertempur untuk membebaskan kerajaan Siam dari penjajahan Kerajaan Burma.
Khan Kluay akhirnya memutuskan tetap ikut bertempur sebagai tunggangan Raja Naresuan.

Pada tahun 1592 pecahlah perang antara pasukan Siam dan Burma. Walaupun tentara Siam sudah ditambah para sukarelawan yaitu rakyat Siam dari profesi apa saja seperti petani, pekerja bangunan bahkan dokter tetapi jumlahnya tetap kalah dibanding pasukan Burma yang mencapai 10 kali lipat.
Tetapi karena tekad yang kuat untuk lepas dari penjajah, pasukan Siam bisa mengimbangi pasukan Burma.

Karena perang tidak juga selesai, maka Raja Naresuan menantang Raja Burma untuk duel satu lawan satu dengan mengendarai gajah perangnya masing-masing dan Raja Burma menerima tantangan itu.
Khan Kluay yang menjadi tunggangan Raja Naresuan tentu saja sangat senang karena gajah yang menjadi tunggangan Raja Burma adalah gajah yang dulu membunuh ayahnya, inilah kesempatan Khan Kluay untuk membalas kematian ayah yang sangat dibanggakannya itu.

Setelah melalui pertarungan yang seru, akhirnya Khan Kluay berhasil membunuh gajah yang dulu membunuh ayahnya. Selain itu, Raja Burma juga ikut tewas.
Melihat rajanya telah tewas, pasukan Burma menyerah maka bebaslah rakyat Siam dari penjajahan.

Perang telah selesai untuk kemenangan Siam maka Khan Kluay dipensiunkan sebagai gajah perang kemudian kembali ke hutan dan hidup tentram bersama ibunya dan Kon Suay.

Opini saya tentang film ini :
Film animasi 3D pertama Thayland yang dibuat tahun 2006 ini ternyata cukup seru dan nyaman juga untuk ditonton. Pantas saja karena sutradara film ini yaitu Kompin Kemgumnird adalah salah satu animator Walt Disney yang ikut dalam pembuatan film The Lion King, Atlantis: The Lost Empire, dan Tarzan. Bahkan Kompin Kemgumnird juga ikut menjadi animator Blue Sky Studio’s ketika membuat film Ice Age.
Akhir kata, film ini cukup menghibur dan saya rekomendasikan untuk ditonton.

Monday, May 16, 2011

RIO

Genre : drama komedi
Sutradara : Carlos Saldanha
Pengisi suara : Jesse Eisenberg,Anne Hathaway,George Lopez, Jemaine Clement, Jake T. Austin,Leslie Mann, Tracy Morgan, Will.i.am, Jamie Foxx, Rodrigo Santoro, Davi Vieira
Studio : Blue Sky Studios
Tanggal rilis : 8 April 2011
Durasi : 96 menit


Film ini dimulai ketika seekor bayi burung Spix Macaw yang belum bisa terbang di hutan Brasil ditangkap oleh pemburu untuk dijual ke Amerika.
Spix Macaw (bahasa latinnya Cyanopsitta spixii ) adalah sejenis burung nuri berwarna biru yang sudah sangat langka, saat ini diperkirakan jumlahnya di seluruh dunia hanya tinggal 60 ekor. Karena warnanya yang indah dan jumlahnya yang sangat langka itulah burung Spix Macaw harganya sangat mahal, bisa mencapai 1 milyar rupiah per ekor. Tidak heran jika burung Spix Macaw menjadi incaran para penyelundup.


Tetapi ketika sampai di Amerika dan dimuat dalam truk, kandang yang memuat burung Spix Macaw itu terjatuh dari truk, untung si burung Spix Macaw ditemukan oleh seorang gadis kecil bernama Linda dan dipelihara dengan penuh kasih sayang sampai mereka sama-sama tumbuh menjadi dewasa. Karena warna bulunya yang biru, Linda memberi nama burung Spix Macawnya, Blu.


Setelah dewasa, Linda mencari nafkah dengan membuka sebuah toko buku. Sayangnya karena terlalu sayang pada Blu, Linda hanya memelihara Blu di dalam rumah sehingga walaupun sudah menjadi burung dewasa, Blu tetap tidak bisa terbang.


Sampai pada suatu ketika Linda didatangi Dr. Tulio, seorang ahli ornitologi (ilmu burung) dari Brasil. Tulio meminta Blu dibawa ke tempatnya di Rio de Janeiro di Brasil untuk dikembang biakkan karena Tulio juga mempunyai seekor burung Spix Macaw berjenis kelamin betina, hal itu dilakukan untuk menjaga burung Spix Macaw dari kepunahan karena jumlahnya yang sudah sangat langka.



Pada awalnya Linda menentang keras keinginan Tulio membawa burung kesayangannya tetapi akhirnya Linda sadar bahwa burung Spix Macaw memang harus diselamatkan dari kepunahan, maka akhirnya Linda mengijinkan Tulio membawa pergi Blu tetapi dengan syarat, Linda juga ikut mengantarkannya ke Rio de Janeiro.


Sesampainya di Rio de Janeiro, Blu dipertemukan dengan burung Spix Macaw betina milik Tulio yang bernama Jewel di sebuah kandang. Berbeda dengan Blu, Jewel tumbuh di hutan dan ditangkap setelah dewasa sehingga Jewel bisa terbang dan berkeinginan kuat untuk melarikan diri dari laboratorium Dr. Tulio.


Karena Blu kelihatan bahagia bersama Jewel dan kandangnya dijaga oleh penjaga yang gagah, Linda bisa meninggalkan Blu untuk makan malam dengan Tulio di restoran.


Tetapi siapa sangka, di laboratorium Dr. Tulio ada seekor burung kakaktua bernama Nigel yang dimasukkan Tulio ke laboratoriumnya karena terlihat sakit ternyata hanya berpura-pura sakit kemudian menyerang penjaga laboratorium hingga pingsan.
Setelah melumpuhkan penjaga, Nigel membuka kunci pintu sehingga seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Fernando bisa masuk kemudian mencuri Blu dan Jewel.


Setelah berhasil mencuri burung-burung Spix Macaw, Fernando menyerahkannya kepada bossnya yaitu Armando.
Agar tidak melarikan diri, Armando mengikat Blu dan Jewel pada satu rantai.


Walaupun dihubungkan pada satu rantai dan Blu tidak bisa terbang, akhirnya mereka bisa melarikan diri tetapi tersesat di sebuah hutan.
Di hutan itu, Blu dan Jewel bertemu dengan seekor burung Toco Toucan bernama Rafael yang mengaku bisa membantu Blu dan Jewel untuk melepaskan rantai yang mengikat mereka.


Rafael mengajak Blu dan Jewel untuk pergi ke seekor anjing bulldog bernama Luiz yang diyakini bisa memotong rantai pengikat Blu dan Jewel. Karena Blu tidak bisa terbang, mereka bertiga pergi ke tempat Luiz dengan menumpang pesawat gantole dan truk. Dalam perjalanannya, Blu dan Jewel mendapat 2 sahabat lagi yaitu Pedro si burung kardinal berjambul merah dan Nico si burung kenari.


Bagaimana dengan Linda? Setelah tahu burung kesayangannya hilang, Linda tentu saja sangat sedih sehingga berusaha mencari Blue dengan menyebarkan poster yang berisi gambar Blu. Untung sekali, poster yang disebarkan Linda dibaca oleh Fernando.


Fernando yang merasa kecewa karena uang yang diberikan Amando sebagai upah atas pencurian Blu dan Jewel tidak sesuai dengan yang dijanjikan, menemui Linda dan bersedia membantu mencari Blu.
Sebagai langkah awal mencari Blu, Linda Tulio dan Fernando pergi ke rumah Armando.


Tidak hanya Linda dan Tulio yang mencari Blu, Armando dan anak buahnya yang merasa kehilangan burung-burung Spix Macaw hasil curiannya yang berharga sangat mahal itu juga mencari Blu dan Jewel. Lebih gawat lagi, Nigel berhasil menyuruh monyet-monyet marmoset untuk ikut mencari Blu dan Jewel. Karena jumlahnya sangat banyak, monyet-monyet marmoset akhirnya bisa menemukan Blu dan Jewel yang sedang menari samba bersama burung-burung teman Pedro dan Nico.


Untung monyet-monyet marmoset itu tidak bisa menangkap Blu dan Jewel karena Nico, Pedro, Rafael dan burung-burung temannya rela berkelahi untuk membela Blu dan Jewel.
Blu, Jewel, Rafael dan Nico akhirnya bisa lolos dari monyet-monyet marmoset dan sampai di tempat Luiz si anjing bulldog.


Luiz akhirnya bisa melepaskan Blu dan Jewel dari rantai yang mengikat mereka tetapi terjadi perpisahan antara Blu dan Jewel karena Jewel merasa lebih bahagia kembali ke hutan sedangkan Blu memilih untuk mencari Linda.
Tetapi dalam perjalanannya kembali ke hutan, Jewel tertangkap oleh Nigel. Peristiwa tertangkapnya Jewel diketahui oleh Pedro dan Nico maka Blu bersama Rafael, Pedro, Nico dan Luiz segera mengejar Jewel.


Setelah mendapatkan kembali Jewel, Armando berencana menyelundupkan Jewel ke luar negeri melalui sebuah karnaval yang sering diadakan di Brasil. Direncanakan, dengan membawa Jewel dan burung-burung langka hasil curian lainnya, Armando dan anak buahnya akan menyamar sebagai peserta karnaval kemudian naik pesawat terbang ke luar negeri.
Untungnya rencana Armando itu diketahui Fernando yang kemudian memberitahukannya kepada Linda dan Tulio. Untuk menemukan kembali Blu dan Jewel, Linda dan Tulio juga menyamar sebagai peserta karnaval.


Blu dan kawan-kawan sampai di karnaval dan sempat bertemu dengan Linda tetapi Blu lebih memilih untuk menyelamatkan Jewel. Keputusan Blu itu ternyata membawa petaka karena setelah Blu masuk ke mobil karnaval yang mengangkut Jewel, Blu terjebak dan berhasil dikurung oleh Nigel. Lebih parah lagi, Rafael, Pedro dan Nico ikut terjebak dan siap diselundupkan juga ke luar negeri.
Untungnya Fernando yang ikut bersama mobil karnaval Armando berpihak pada Linda sehingga ia melemparkan kain-kain untuk meninggalkan jejak sehingga bisa dilacak dan diikuti oleh Tulio dan Linda.


Keadaan makin gawat karena dengan naik pesawat terbang, Armando dan anak buahnya akhirnya bisa membawa Blu, Jewel dan burung-burung langka lainnya ke luar negeri.
Linda dengan dibantu Tulio dan Fernando berusaha mati-matian untuk menghentikan Armando tetapi gagal, pesawat Armando tetap bisa mengangkasa.
Linda akhirnya hanya bisa menangis melihat pesawat Armando pergi membawa Burung kesayangannya ke luar negeri.


Untungnya Blu tetap belum menyerah, dengan usaha yang luar biasa ia bisa membuka kurungan yang mengurungnya kemudian membuka pintu pesawat terbang sehingga burung-burung tawanan Armando bisa terbang bebas.
Sayangnya Blu tidak bisa ikut bebas karena tidak bisa terbang dan Jewel juga tidak ikut bebas karena sayapnya terluka akibat diserang Nigel.


Keadaan makin gawat karena Jewel yang tidak bisa terbang karena luka di sayapnya ikut terlempar keluar dari pesawat sehingga bisa jatuh ke tanah dan mati.
Tetapi di saat yang sangat genting itu, Blu mendapatkan naluri burungnya untuk bisa terbang sehingga tiba-tiba Blu bisa terbang dan bisa menyelamatkan Jewel.


Dengan terbang membawa Jewel, Blu datang kepada Linda yang tentu saja sangat gembira bisa bertemu lagi dengan burung kesayangannya apalagi sekarang Blu bisa terbang.


Bagaimana nasib si penyelundup Armando? Karena pintunya dibuka oleh Blu ketika sedang terbang, pesawat Armando rusak parah dan jatuh. Armando dan anak buahnya bisa menyelamatkan diri dengan parasut tetapi jatuh di laut. Nasib Nigel si kakaktua sadis lebih parah lagi, ia tewas tertabrak baling-baling pesawat terbang Armando.


Akhir dari film ini, Linda bersama Tulio dan Fernando mendirikan sebuah cagar alam di hutan Rio de Janeiro untuk melindungi burung-burung langka (termasuk Blu dan Jewel) dari kepunahan dan ancaman para penyelundup.
Cagar alam buatan Linda dan Tulio itu diberi nama BLU BIRD SANCTUARY.


Opini saya tentang film ini :
Setelah selesai menonton film ini, saya merasa film animasi ini sangat layak untuk direkomendasikan, ceritanya seru dan tidak membosankan serta lagunya juga bagus-bagus. Pantas saja karena sutradara film ini adalah Carlos Saldanha yang sebelumnya membuat film animasi Ice Age yang booming itu.


Tetapi yang membuat saya lebih kagum adalah kualitas desain grafisnya. Burung-burung dengan bulunya tampak realistik sekali seolah-olah bulu-bulunya itu digambar satu-persatu.
Apalagi pada saat adegan karnaval, saya yang pernah belajar program 3DS Max saja bisa membayangkan betapa rumitnya membuat animasi kerumunan orang-orang yang menari-nari dengan karakter yang berbeda-beda.


Terutama adegan tarian dan nyanyian itu lo… aduh bagus banget, yang paling saya suka adalah adegan operet pada awal film ketika Blu yang masih bayi menari bersama burung-burung di hutan, saya mendapatkan video klipnya di Youtube maka saya tampilkan di bawah ini. Mari kita nikmati bersama…
 

Thursday, April 28, 2011

MERLIN AND ARTHUR THE LION KING

Genre : action
Sutradara : Laurent Jupe
Pengisi suara : Michel Laroussi,Vincent De Bouard,Dominique Wenta,Leonore Confino,Chauve Souris,Nathalie Bleynie,Dane Porret,Leo de Grance,jerome Keen
Tanggal rilis : 28 Januari 2011
Durasi : 75 menit

Film animasi yang diadaptasi dari legenda Inggris tentang Raja Arthur ini ditampilkan secara fabel sehingga semua tokohnya diperankan oleh hewan.
Diceritakan pada waktu itu Arthur (diwujudkan sebagai singa) masih bayi dan kerajaannya diserang oleh musuh. Karena keadaan sangat berbahaya, Ibu Arthur menyuruh ahli sihir kerajaan yang bernama Merlin si beruang untuk membawa Arthur sang putra mahkota kerajaan untuk pergi dari istana.

Merlin berhasil menjalankan tugasnya dengan baik karena Arthur bisa dibawa di tempat yang aman yaitu di sebuah desa dekat hutan dan disanalah Merlin membesarkan dan mengasuh Arthur.
Di desa itu, Arthur mendapat 4 sahabat yaitu Lancelot srigala, Perseville babi, Ulvius angsa dan Moldried kucing. Selain itu Arthur juga berpacaran dengan singa betina muda bernama Guenavere.
Sayangnya ayah Guenavere yaitu seorang bangsawan bernama Leo The Grand tidak setuju anaknya berpacaran dengan Arthur karena Arthur bukan seorang bangsawan (demi keamanan Arthur, Merlin memang merahasiakan kepada seluruh penduduk desa bahwa Arthur adalah seorang pangeran).


Merlin tentu saja sangat prihatin cinta anak asuhnya gagal karena orangtua si gadis tidak setuju. Tapi akhirnya Merlin menemukan pemecahannya. Di desa itu ada sebuah pedang bernama pedang Excalibur yang menancap di sebuah batu besar, semua penduduk desa tidak ada yang bisa mencabut pedang itu dari batu karena menurut legenda hanya seorang raja yang bisa mencabutnya.
Merlin tahu bahwa Arthur bisa mencabut pedang Excalibur karena ia sebenarnya adalah pangeran pewaris tahta kerajaan maka dengan keahlian sihirnya, Merlin mengubah dirinya menjadi Guenavere dan berhasil membujuk Arthur untuk mencabut pedang Excalibur.

Ternyata perkiraan Merlin benar, Arthur berhasil mencabut Pedang Excalibur. Hal itu tentu saja menggemparkan seluruh warga desa dan akhirnya mereka mengakui Arthur sebagai raja.
Apalagi dengan kekuatan sihirnya, Merlin berhasil membuat sebuah istana yang megah dan diberi nama Istana Camelot maka Arthur naik tahta sebagai raja walaupun usianya masih sangat muda.
Karena Arthur menjadi raja, Leo the Grand akhirnya merestui hubungan anaknya dengan Arthur.

Tapi masalah yang lebih besar menghadang Arthur karena Arthur mempunyai kakak perempuan bernama Morgane.
Morgane merasa bahwa ia lebih pantas menjadi ratu penguasa kerajaan karena ia lebih tua dari Arthur tetapi tetap Arthur yang berhak atas tahta kerajaan karena menurut adat, kerajaan harus dipimpin oleh raja yang laki-laki bukan ratu.
Gawatnya, karena mata-mata Morgane yaitu Rat si kelelawar, Morgane mengetahui tempat persembunyian Arthur.

Agar tahta Arthur bisa jatuh ke Morgane maka Morgane menyuruh anak-anak buahnya untuk merebut Pedang Excalibur karena pedang itulah sumber kekuatan Arthur.
Anak-anak buah morgane bernasil menjebak Arthur sehingga Arthur kehilangan Pedang Excaliburnya tapi untung berkat sahabat Merlin yaitu seekor buaya betina yang juga ahli ilmu sihir bernama Viviane, Arthur berhasil mendapatkan kembali Pedang Excaliburnya.

Mengetahui rencananya gagal, Morgane memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang Istana Camelot tetapi untung berkat pimpinan para ksatria sahabat Arthur yaitu Lancelot, Perseville, Ulvius dan Moldried dan juga berkat keampuhan Pedang Excalibur, pasukan Arthur berhasil memukul mundur pasukan Morgane setelah melalui pertempuran yang seru.

Karena pasukannya kalah, Morgane menggunakan kekuatan sihirnya. Morgane memang juga menguasai ilmu sihir karena dulu ia sempat belajar dari Merlin.
Morgane mengeluarkan sihir andalannya yaitu dengan memasukkan Rat si kelelawar ke mulutnya, Morgane berubah menjadi naga raksasa dan langsung menyerang Arthur. Tetapi berkat pedang Excaliburnya, Arthur berhasil mengalahkan Morgane.

Karena ambisinya untuk menjadi ratu sangat kuat, Morgane belum kapok juga. Morgane tetap menyusun rencana untuk menjatuhkan Arthur bahkan kali ini lebih licik. Morgane berhasil menghasut salah satu sahabat Arthur yaitu Moldried untuk berbalik memusuhi Arthur.
Dengan akal bulusnya, Moldried berhasil membuat Guenavere bertemu dengan Lancelot di tengah hutan kemudian Moldried melapor pada Arthur bahwa Guenavere telah selingkuh dengan Lancelot. Celakanya, Arthur percaya pada Moldried sahabatnya tanpa tahu bahwa Moldried telah berkhianat.

Karena terlalu marah dan patah hati, Arthur memutuskan untuk berhenti menjadi raja kemudian menancapkan kembali Pedang Excalibur ke batunya. Arthur tidak tahu jika pedang Excalibur ditancapkan kembali maka berarti tugas Merlin mendampingi Arthur dianggap selesai dan Merlin berubah menjadi patung. Morgane tahu hal itu maka dengan liciknya ia menumbuhkan tanaman di patung Merlin agar Arthur tidak bisa menemukannya.

Untung sekali akhirnya Moldried sadar dengan semua kesalahannya dan ia mengakui semua tipu muslihatnya kepada Arthur. Akhirnya Arthur bisa berdamai lagi dengan Guenavere dan Lancelot. Tetapi sayang sekali, Morgane berhasil dengan rencana lainnya. Melalui Rat si kelelawar, morgan berhasil memasukkan racun dari lebah grail yang sangat mematikan itu ke tubuh Guenavere sehingga Guenavere tidak sadarkan diri dan sebentar lagi akan menemui ajalnya.

Arthur tentu saja sangat panik dan berusaha minta bantuan Merlin tetapi Arthur tidak menemukan Merlin karena sudah berubah menjadi patung dan disembunyikan Morgane dalam rimbunan tumbuhan.
Untung berkat bantuan sahabat Merlin yaitu Viviane, Arthur berhasil menemukan patung Merlin kemudian dengan pedang Excalibur, Arthur berhasil menghidupkan lagi Merlin.

Merlin memang tahu obat penawar racun lebah grail yaitu madu lebah grail karena ia berteman dengan ratu lebah grail tetapi letak madu lebah grail itu sangat sulit dicapai karena terletak di sarang lebah grail di puncak gunung. Tetapi demi cintanya kepada Guenavere, Arthur nekad mendaki gunung bersama sahabat-sahabatnya yaitu Lancelot, Perseville, Ulvius dan Moldried.

Biarpun sampai di puncak gunung tetapi untuk mengambil madu lebah grail sangat sulit karena terletak di dalam sarang lebah grail yang berliku-liku, Arthur bisa terpeleset dan tenggelam di dalam madu lebah grail. Tetapi berkat Merlin yang membantu dari kejauhan, Arthur akhirnya berhasil mengambil madu lebah grail.

Tetapi sebelum Arthur bisa bertemu lagi dengan Guenavere untuk memberikan obat penawar racun, ia dihadang oleh Morgane yang sudah merubah dirinya menjadi naga raksasa.
Setelah melalui pertarungan yang seru, Arthur akhirnya bisa mengalahkan lagi naga Morgane dengan pedang Excaliburnya.

Sebenarnya Arthur bisa membunuh Morgane dengan mudah tetapi Arthur masih punya hati nurani sehingga ia hanya mengusir Morgane. Tapi Morgane benar-benar licik, setelah ia diampuni Arthur, Morgane malah berusaha membunuh Arthur dari belakang. Untung ada lagi sahabat Arthur yang membantu yaitu para lebah grail yang langsung menyerang Morgane ketika akan membunuh Arthur dari belakang.

Arthur akhirnya bisa menyembuhkan Guenavere dan setelah itu mereka menikah dengan pesta pernikahan yang meriah.

Opini saya tentang film ini :
Saya suka dengan film yang bertema sejarah atau legenda seperti film ini, apalagi cerita film ini sederhana sehingga tidak perlu berpikir keras untuk menikmatinya. Sangat cocok deh… untuk ditonton anak-anak.

Tetapi saya merasa ada yang kurang cocok dengan film animasi yang bergaya fable ini karena saya merasa Raja Arthur lebih pantas diwujudkan sebagai beruang daripada singa tetapi pada film ini yang diwujudkan sebagai beruang malah Merlin, ahli sihir Kerajaan Camelot.
Mengapa bisa demikian? Karena nama Arthur berasal dari bahasa Celtic (bangsa Skotlandia kuno) yaitu Art yang berarti beruang.
Tapi mungkin saja pembuat film ini merasa lebih cocok jika Raja Arthur diwujudkan sebagai singa karena singa dikenal sebagai raja rimba.

Friday, April 1, 2011

BARBIE : A FAIRY SECRET

Genre : drama
Sutradara : William Lau
Pengisi suara : Diana Kaarina, Adrian Petriw, Britney Irvin, Cassandra Morris, Kate Higgins, Silvio Pollio, Britney Wilson, Alexandra Carter, Nicole Oliver, barbara Tyson, Candus Churchill, Nathaniel DeVeaux, Michael Dobson, Laura Bailey
Tanggal rilis : 15 Maret 2011
Durasi : 72 menit

Pada serial Barbie kali ini, Barbie berperan sebagai bintang film muda yang cukup sukses sehingga menimbulkan iri dari bintang film lain yaitu Raquelle.
Begitu irinya Raquelle sehingga selalu mengganggu Barbie.
Raquelle tidak hanya iri dengan kesuksesan Barbie tetapi juga iri karena Barbie punya pacar yang tampan yaitu Ken, Raquelle memang jatuh cinta juga pada Ken.

Sebagai artis, Barbie punya 2 juru rias yaitu 2 ahli kecantikan bernama Carrie dan Taylor. Barbie tidak tahu bahwa sebenarnya 2 ahli kecantikannya itu adalah peri (fairy). Sebagai peri, Carrie dan Taylor punya kekuatan gaib yang tidak hanya bisa membuat Barbie semakin cantik tetapi juga bisa melindungi Barbie dari gangguan-gangguan Raquelle.

Masalah timbul ketika di ibu kota dunia peri yaitu Gloss Angeles, Putri kerajaan peri yaitu Putri Graciella jatuh cinta kepada manusia yaitu Ken, pacar Barbie.
Sebenarnya Putri Graciella tidak benar-benar jatuh cinta pada Ken karena ia sudah punya tunangan dari bangsa peri juga yaitu Zane. Putri Graciella menjadi jatuh cinta pada Ken karena diracuni dengan racun cinta oleh salah satu asistennya yaitu Crystal. Jika peri minum racun cinta maka ia akan jatuh cinta pada yang dilihatnya pertama kali dan setelah Putri Craciella minum racun cinta, Crystal memperlihatkan gambar Ken sehingga Putri Graciella menjadi jatuh cinta pada Ken.
Crystal memang ingin memisahkan Putri Graciella dan Zane karena ia jatuh cinta pada Zane.

Dengan dibantu Crystal dan 2 pembantunya, Putri Graciella berhasil menculik Ken ketika Ken sedang bersama Barbie, Raquelle, Carrie dan Taylor di restoran Wally’s.
Untuk menyelamatkan Ken, Carrie dan Taylor terpaksa menampakkan wujud perinya yaitu bersayap kemudian mengejar Ken. Sekarang Barbie menjadi tahu bahwa Carrie dan Taylor sebenarnya adalah peri.

Tetapi Carrie dan Taylor terlambat, Putri Graciella sudah menutup pintu gerbang menuju dunia peri sehingga tidak bisa dikejar. Untungnya masih ada harapan yaitu di Paris ada seorang desainer pakaian yang sebenarnya juga seorang peri senior yaitu Lilianna Roxelle yang punya pintu khusus untuk pergi ke dunia peri maka Barbie, Carrie, Taylor dan Raquelle segera pergi ke Paris untuk menemui Liliana Roxelle.
Raquelle memang juga ikut tetapi tujuannya bukan membantu Barbie melainkan untuk merebut Ken dari Barbie.

Setelah menemui Lilianna Roxelle, Barbie dan kawan-kawan tidak hanya bisa pergi ke dunia peri tetapi juga tahu bahwa Putri Graciella telah diracuni dengan racun cinta. Tidak hanya itu, Lilianna Roxelle juga memberi obat penawar racun cinta yang nantinya harus diminumkan kepada Putri Graciella.

Bagaimana dengan Ken? Putri Graciella siap menggelar upacara pernikahan dengan Ken tetapi celakanya ketahuan oleh Zane, tunangan Putri Graciella. Zane menganggap Ken telah merebut Putri Graciella tentu saja sangat marah kemudian menantang Ken untuk duel.
Hal itu tentu saja sangat berbahaya bagi Ken karena sebagai manusia, ia tidak punya kekuatan gaib seperti Zane yang peri itu, bahkan Ken juga tidak punya sayap sehingga tidak bisa terbang.
Ken benar-benar perlu bantuan dari Barbie dan kawan-kawan.

Barbie dan kawan-kawan memang bisa sampai di dunia peri tetapi muncul masalah besar karena Barbie dan Raquelle sebagai manusia tentu saja tidak punya sayap dan tidak bisa terbang padahal istana Putri Graciella terletak di tempat yang sangat tinggi. Untungnya di dunia peri, ada manusia yang menikah dengan peri yaitu Rena dan Rena bisa membuat sayap buatan.
Dengan sayap buatan Rena, Barbie dan Raquelle bisa terbang seperti peri kemudian bersama Carrie dan Taylor pergi ke Istana Putri Graciella.

Walaupun punya sayap buatan, Barbie dan Raquelle tidak punya kekuatan seperti peri sehingga kelelahan dan tidak bisa meneruskan perjalanan ke istana Putri Graciella yang sangat jauh itu. Untungnya Barbie dan Raquelle menemukan kuda terbang dan yang lebih menguntungkan lagi, Raquelle tahu ilmu menunggang kuda sehingga barbie dan kawan-kawan bisa sampai di istana Putri Putri Graciella walaupun sempat dihadang oleh pusaran badai.
Kemudian dengan menyamar sebagai juru masak istana, Barbie dan kawan-kawan bisa menyusup ke istana Putri Putri Graciella.

Barbie dan kawan-kawan datang di saat yang tepat karena waktu itu Ken sedang mati-matian berduel dengan Zane dan dalam keadaan sangat terdesak. Barbie dan kawan-kawan berusaha menyelamatkan Ken dengan bertarung melawan Putri Graciella dan anak buahnya.
Tetapi kekuatan gaib Putri Graciella terlalu kuat sehingga bisa megurung Barbie, Raquelle, Carrie dan Taylor dalam kurungan berbentuk bola. Kekuatan gaib Carrie dan Taylor tidak mampu menjebol kurungan bola itu.

Untungnya dalam keadaan yang sama-sama genting itu, Barbie dan Raquelle sadar bahwa tidak ada gunanya bermusuhan, mereka sepakat untuk menghilangkan rasa dendam dan saling memaafkan.
Terjadi keajaiban, ternyata perbuatan mulia saling memaafkan itu menimbulkan kekuatan tersendiri yang bisa menghancurkan kurungan bola.
Barbie dan Raquelle bisa bebas dari kurungan bola dan siap mencegah pernikahan Ken dan Putri Graciella.

Barbie dan Raquelle datang lagi di saat yang tepat karena waktu itu upacara pernikahan antara Ken dan Putri Graciella akan dimulai. Setelah melalui pertarungan yang seru, Barbie berhasil meminumkan obat penawar racun cinta pada Putri Graciella.
Setelah minum penawar racun cinta, Putri Graciella sadar akan semua kesalahannya dan memutuskan untuk menikah dengan Zane bukan Ken.

Lebih membahagiakan lagi, Putri Graciella bisa memaafkan Carrie dan Taylor yang selama ini dianggap memberontak karena pergi ke dunia manusia, bahkan Putri Graciella bisa memaafkan si penyebab semua masalah yaitu Crystal tetapi Crystal tetap mendapat hukuman yaitu membersihkan istana Ratu Graciella setelah upacara pernikahan.
Ternyata perbuatan memaafkan bisa membawa kebahagiaan. Memang salah satu perbuatan kasih yang paling tinggi adalah tidak dendam.

Setelah semua masalah selesai, Barbie, Raquelle dan Ken berpamitan untuk kembali ke dunia manusia. Tetapi ada keinginan Raquelle yang tidak berkenan di hati Putri Gracielle yaitu Raquelle akan mengajak manusia-manusia lainnya pergi ke dunia peri dan menikmati keindahannya. Karena hal itu, Putri Gracielle menghapus memori Barbie, Raquelle dan Ken di dunia peri sehingga rahasia peri atau Fairy Secret tetap terjaga.

Keesokan paginya ketika bangun tidur, Ken, Barbie dan Raquelle terheran-heran karena mereka mengalami mimpi yang sama yaitu berpetualang di dunia peri. Dan yang membuat Ken paling heran, Barbie dan Raquelle yang dulunya musuh bebuyutan sekarang bisa berdamai dan saling bersahabat.

Opini saya tentang film ini :
Seperti film-film Barbie sebelumnya, film ini cukup enak ditonton, gambar 3Dnya juga indah dan realistis. Dan seperti film-film Barbie lainnya, di akhir film ada kata mutiara yang berhubungan dengan cerita filmnya yaitu : FORGIVENESS LETS YOU FLY ( Memaafkan membuat kamu bebas).