Genre : action komedi
Sutradara : Michael Hegner,Kari Juusonen
Pengisi suara : Olli Jantunen,Hannu-Pekka Björkman,Vuokko Hovatta,Vesa Vierikko,Jussi Lampi,Risto Kaskilahti
Music : Mark Armstrong
Tanggal rilis : 1 November 2008
Durasi : 75 menit
Niko adalah seekor rusa muda yang tinggal di bukit Home Valley. Pada waktu itu Natal hampir tiba sehingga Bukit Home Valley diselimuti oleh salju. Selain itu, Bukit Home Valley juga terletak di tempat yang tersembunyi sehingga para rusa terlindung dari ancaman srigala.
Ibu Niko sering berkata pada Niko bahwa ia adalah anak dari salah satu rusa terbang yang menarik kereta Sinterklas dan Niko sangat percaya pada perkataan ibunya itu sehingga ia sering ditertawakan oleh teman-temannya karena Niko tidak bisa terbang.
Walaupun sering ditertawakan teman-temannya, Niko tetap teguh pada pendiriannya sehingga Niko sering berlatih terbang bersama 2 sahabatnya yaitu Julius si tupai terbang dan Saga si rusa betina muda.
Walaupun tidak juga bisa terbang, Niko tidak menyerah dan terus berlatih terbang.
Masalah tiba ketika Niko bersama Julius dan Saga berlatih terbang di tempat yang terlalu jauh dari bukit Home Valley sehingga diketahui oleh 2 srigala yang langsung menyerang.
Niko, Julius dan Saga berhasil melarikan diri dari kejaran srigala dan sampai di bukit Home Valley tetapi disinilah masalah berawal karena 2 srigala itu bisa mengikuti Niko sampai ke bukit Home Valley, maka terbongkarlah tempat persembunyian rusa-rusa itu.
Para rusa sudah melakukan perlawanan sebisa-bisanya. Tetapi 2 srigala itu terlalu kuat, untungnya sang pemimpin rusa walaupun sampai terluka parah, berhasil menjebak srigala-srigala itu sehingga terjebak di timbunan salju.
Untuk sementara para rusa selamat dari serangan srigala tetapi mereka harus pergi dari Home Valley dan mencari tempat tinggal baru karena bisa dipastikan bahwa srigala-srigala itu akan datang lagi dengan membawa pasukan yang lebih banyak.
Celakanya, para rusa menganggap nasib sial yang menimpa mereka itu gara-gara Niko yang terobsesi untuk bisa terbang sehingga berlatih di sembarang tempat dan memancing kedatangan srigala. Lebih parah lagi, Saga juga ikut menyalahkan Niko dan tidak mau berteman lagi dengan Niko.
Niko tentu saja sangat sedih maka secara diam-diam ia meninggalkan kelompok rusa dan pergi ke bukit Santa tempat Santa Klaus tinggal sehingga Niko bisa bertemu dengan ayahnya.
Untungnya masih ada 1 sahabat yang masih setia pada Niko dan bersedia menemani perjalanan Niko yaitu Julius si Tupai terbang.
Julius memang sangat sayang pada Niko karena dianggap sebagai anak sendiri. Dulu Julius juga punya anak dan istri tetapi semuanya tewas dimangsa srigala.
Walaupun begitu, usaha Niko dan Julius itu sangatlah sulit bahkan hampir mustahil karena Niko dan Julius tidak tahu dimana letak bukit Santa itu. Satu-satunya petunjuk hanyalah Niko sering melihat Santa Klaus yang terbang bersama rusa-rusanya melewati sebuah bukit maka Niko dan Julius pergi ke bukit itu. Untung sekali Niko dan Julius mendapat sahabat baru yaitu seekor musang salju bernama Wilma yang dulu pernah bekerja di bukit Santa sehingga bisa dijadikan sebagai penunjuk jalan.
Walaupun sudah mendapat penunjuk jalan, tetapi perjalan Niko masih sulit karena dihadang oleh badai salju bahkan karena badai salju itu, Niko sempat terpisah dengan Julius tetapi karena tekad yang kuat, mereka bisa kembali bersatu dan meneruskan perjalanan.
Tetapi halangan Niko bertambah yaitu dari para srigala yang dulu akan memangsanya. Para srigala yang mendapat tawanan yaitu seekor anjing pudel betina yang tersesat bernama Essie ternyata juga dalam perjalanan ke bukit Santa tetapi dengan tujuan yang sangat jahat.
Para srigala yang kelaparan itu berniat memangsa semua rusa terbang Santa Klaus sehingga bisa memperoleh kekuatan ajaibnya yaitu bisa terbang. Lebih parah lagi, pemimpin srigala itu yaitu Black Wolf berencana memakan Santa Klaus sehingga ia akan menggantikan posisi Santa Klaus tetapi Black Wolf tidak akan meneruskan tugas mulia Santa Klaus yaitu membagi-bagi hadiah Natal bagi anak-anak tetapi akan memangsa anak-anak di malam Natal.
Niko sempat mengetahui rencana jahat srigala-srigala itu ketika bertemu dengan mereka tetapi para srigala itu tidak mengetahui Niko karena tertutup salju. Tetapi akhirnya para srigala itu mengetahui Niko dan langsung mengejar.
Niko, Julius dan Wilma tetap tidak menyerah dan meneruskan perjalanan ke bukit Santa walaupun harus menghadapi rintangan-rintangan yang sangat berat yaitu kejaran srigala dan ganasnya kondisi alam musim dingin.
Berkat tekad yang kuat dan ditunjang dengan keberanian serta kecerdikannya, Niko dan 2 sahabatnya berhasil mengatasi semua rintangan dan sampai di bukit Santa.
Para srigala juga sampai di bukit Santa tetapi untung saja Niko bersama Wilma yang pernah bekerja di bukit Santa sehingga bisa lolos dari jebakan-jebakan bukit Santa dan sampai di tempat para Rusa terbang. Berbeda dengan para srigala, mereka terkurung pada salah satu jebakan di bukit Santa.
Bukit Santa memang dilengkapi dengan jebakan-jebakan untuk melindungi Santa Klaus dan rusa-rusa terbangnya dari tamu tak diundang yang berniat jahat.
Tetapi masalah Niko belum selesai, ia memang bertemu dengan para rusa terbang tetapi Niko tidak tahu siapa nama ayahnya sehingga ia kesulitan menentukan siapa dari rusa-rusa terbang itu yang merupakan ayahnya.
Lebih parah lagi, para rusa terbang itu ternyata sombong sehingga tidak ada satupun dari mereka yang mengakui Niko sebagai anak bahkan mereka menyuruh Niko terbang untuk membuktikan bahwa ia adalah anak dari salah satu rusa terbang Santa Klaus. Niko tentu saja tidak mampu memenuhi syarat rusa-rusa terbang itu karena ia memang belum bisa terbang.
Pertolongan dari Santa Klaus juga tidak bisa diharapkan karena Santa Klaus sedang pergi.
Keadaan makin gawat karena Para rusa terbang tidak menggubris peringatan Niko tentang para srigala yang akan memangsa mereka, para rusa terbang itu terlalu yakin bahwa jebakan-jebakan bukit Santa sudah cukup untuk mengatasi para srigala itu.
Para rusa terbang tidak tahu bagaimana tangguhnya gerombolan srigala pimpinan Black Wolf itu, mereka berhasil lolos dari semua jebakan kemudian datang ke tempat para rusa terbang dan siap memangsa.
Celakanya, para rusa terbang itu ternyata hanya gayanya saja yang sombong tetapi sebenarnya mereka penakut. Hanya melihat penampilan para srigala yang menakutkan itu, para rusa terbang sudah sangat ketakutan dan kehilangan kemampuan terbangnya.
Akhirnya terpaksa Niko, Julius dan Wilma yang bertarung melawan para srigala itu.
Tetapi bagaimanapun juga para srigala itu terlalu tangguh bagi Niko, Julius dan Wilma bahkan Niko sampai melarikan diri dengan naik ke puncak pohon cemara tetapi Black Wolf terus mengejarnya. Sampai akhirnya ranting tempat Niko berpijak patah dan Niko jatuh dari puncak pohon cemara.
Niko tentu saja bisa tewas karena jatuh dari puncak pohon cemara yang sangat tinggi itu. Untung saja berkat motivasi dari Julius, muncul lagi rasa percaya diri para rusa terbang sehingga mereka bisa terbang lagi dan bisa menyelamatkan Niko dengan cara terbang menarik kereta Santa Klaus kemudian menangkap Niko.
Tetapi Black Wolf memang benar-benar tangguh, ia bisa mendorong Niko sehingga jatuh dari kereta terbang yang ditarik para rusa terbang. Muncul keajaiban, ketika Niko jatuh, ia mendapatkan kemampuan terbangnya dan bisa terbang maka terbuktilah bahwa Niko memang benar-benar anak dari salah satu rusa terbang Santa Klaus.
Niko dan rusa-rusa terbang lainnya melanjutkan pertarungan melawan srigala dengan gagah berani dana akhirnya para srigala ketakutan mendapat serangan dari rusa-rusa yang bisa terbang itu dan melarikan diri dari bukit Santa. Lebih menggembirakan lagi, ada salah satu rusa terbang yang mengaku sebagai ayah Niko yaitu Prancer.
Karena jasa-jasanya, Santa Klaus mengangkat Niko dan Julius menjadi anggota dari pasukan terbang yang menarik kereta Santa Klaus di malam Natal. Tetapi Niko dan Julius menolak tawaran dari Santa Klaus itu karena Niko merasa lebih bahagia hidup bersama ibunya dan para rusa biasa.
Dan memang para rusa biasa sudah bisa memaafkan Niko dan menerima Niko kembali untuk bergabung dengan kelompoknya karena mereka sudah mengetahui kepahlawanan Niko menyelamatkan Santa Klaus dan rusa-rusa terbangnya.
Apalagi dengan kemampuan terbangnya, Niko bisa menemukan tempat baru bagi para rusa biasa yang tidak hanya aman dari gangguan srigala tetapi juga tersedia makanan dan air yang melimpah.
Opini saya tentang film ini :
Film ini merupakan hasil dari kerjasama 4 perusahaan film dari Negara yang berbeda-beda yaitu Oy (Finlandia), A.Film (Denmark), Ulysses Films (Jerman) dan Magma Films (Irlandia).
Menurut saya film ini benar-benar full action, hampir sepanjang film ini dipenuhi dengan adegan yang seru dan menegangkan. Dijamin Anda tidak akan bosan menonton film ini dari awal sampai akhir.
Monday, February 28, 2011
Monday, February 14, 2011
SPIRIT OF THE FOREST
Genre : drama komedi
Sutradara : David Rubin
Pengisi suara : Anjelica Huston,Ron Perlman,Sean Astin,Giovanni Ribisi
Tanggal rilis : 12 September 2008
Durasi : 90 menit
Di sebuah hutan tinggal 4 ekor tikus tanah yang punya jiwa petualang yaitu Furi, Linda, Piorno dan Cebolo. Suatu ketika, keempat tikus itu berhasil merubah sebuah gua menjadi markas mereka tetapi karena sifat konyol dari Cebolo, gua itu terbakar dan tidak bisa menjadi markas lagi.
Furi, Linda dan Piorno tentu saja sangat marah sehingga mengeluarkan Cebolo dari kelompok mereka walaupun Cebolo sudah minta maaf dan mohon untuk tidak dikeluarkan.
Cebolo sangat sedih tetapi bisa sedikit terhibur karena mendapat teman baru yaitu 2 ekor lebah bernama Huhu dan Hoho. Tetapi Cebolo tetap belum bahagia sepenuhnya karena ia tetap ingin bisa berteman lagi dengan Furi, Linda dan Fiorno maka secara diam-diam Cebolo bersama Huhu dan Hoho mengikuti Furi, Linda dan Piorno yang sedang mencari tempat lagi untuk dijadikan markas.
Furi, Linda dan Piorno akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk dijadikan markas mereka yaitu sebuah rumah yang terletak di tengah hutan. Rumah itu sebenarnya cukup berbahaya bagi tikus karena ditinggali oleh manusia yaitu sepasang suami istri bernama Mr. dan Mrs. D’Abondo tetapi ketiga tikus itu tetap mantap bermarkas di rumah itu karena disana banyak terdapat makanan.
Bagaimana dengan Cebolo? Ketiga teman tikusnya akhirnya mengetahui bahwa Cebolo diam-diam mengikuti mereka dan Cebolo kembali diusir. Tetapi berkat bujukan Huhu dan Hoho, akhirnya Furi, Linda dan Piorno bisa menerima kembali Cebolo maka keempat tikus dan kedua lebah itu bersama-sama masuk ke rumah Mr. D’Abondo.
Tetapi betapa terkejutnya tikus-tikus dan lebah-lebah itu setelah masuk ke dalam rumah Mr. D’Abondo karena ternyata Mrs. D’Abondo berniat menjual rumah beserta hutan tempat tinggal mereka kepada seorang pengusaha untuk dibuat menjadi pabrik.
Mr. D’Abondo sudah berusaha mencegah istrinya karena dulu almarhun ayah Mr. D’Abondo sudah susah payah merawat hutan tempat mereka tinggal sehingga menjadi hutan yang lebat.
Tetapi karena si pengusaha menawarkan harga yang tinggi apalagi harga akan dinaikkan jika pohon-pohonnya sudah ditebang, Mrs. D’Abondo tetap teguh pada pendiriannya, bahkan Mrs. D’Abondo sudah menyiapkan gergaji mesin untuk menebang pohon-pohon di hutan.
Furi dan kawan-kawan tentu saja tidak terima hutan tempat tinggal mereka selama bertahun-tahun dihancurkan, mereka bertekad mencegah Mrs. D’Abondo tetapi tentu saja hal itu sangat sulit, untung Furi dan kawan-kawan mendapat teman-teman baru yang bisa mendukung perjuangan mereka yaitu :
1. Pearl, kucing betina peliharaan Mrs. D’Abondo
Pearl berbalik memihak Furi dan kawan-kawan karena sudah lama ia bersahabat dengan Furi, Linda dan Fiorno.
2. Sekelompok kucing liar pemberani yang dipimpin oleh Tigre
Sebenarnya Furi, Linda, Fiorno dan Cebolo hampir dimangsa oleh Tigre dan anak buahnya tetapi Tigre dan anak buahnya berbalik memihak Furi dan kawan-kawan karena ternyata Tigre sudah lama jatuh cinta pada Pearl dan Pearl melarang Tigre untuk mencelakai Furi dan kawan-kawan.
Pohon-pohon di hutan sudah mendukung perjuangan Furi dan kawan-kawan. Ternyata pohon-pohon itu jika tidak terlihat oleh manusia bisa berubah menjadi mempunyai wajah seperti manusia dan bisa bicara.
Menyadari ukuran tubuhnya yang kecil, Furi dan kawan-kawan mendapat ide cemerlang untuk mengalahkan Mrs. D’Abondo yaitu memanfaatkan kelemahan Mrs. D’Abondo yang sangat takut kepada hantu.
Furi dan kawan-kawan menyamar sebagai hantu ayah Mr. D’Abondo untuk menakut-nakuti Mrs. D’Abondo. Tetapi rencana itu gagal, Mrs. D’Abondo memang sangat ketakutan tetapi hal itu malah menimbulkan kebencian yang makin membara pada hutan.
Mrs. D’Abondo semakin yakin dengan tekadnya untuk menebang hutan dan keesokan harinya 1 pohon sudah ditebang oleh Mr. D’Abondo dan pembantunya, untung hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya sehingga pohon-pohon lain tidak ikut ditebang.
Menghadapi kenyataan yang mengecewakan itu, seluruh penghuni hutan putus asa dan akhirnya menyerah, mereka yakin bahwa penebangan hutan tempat tinggal mereka sudah merupakan takdir. Para pohon pasrah jika harus ditebang dan para binatang sudah siap pindah ke hutan lain.
Tiba-tiba muncul semangat untuk tetap melawan dari seekor binatang yang tidak diduga-duga yaitu Cebolo. Ternyata Cebolo yang selama ini selalu diremehkan berhasil membakar semangat teman-temannya untuk tetap melawan Mrs. D’Abondo.
Berkat Cebolo, Furi dan kawan-kawan kembali muncul “Spirit of the Forest” untuk melawan Mrs. D’Abondo bahkan kali ini lebih berani dan nekad. Ketika Mrs. D’Abondo siap dengan gergaji mesinnya untuk menebang hutan, Furi dan kawan-kawan binatangnya siap menghadang sehingga terjadilah pertarungan yang seru.
Pohon-pohon juga ikut melawan dengan menampilkan wajahnya kemudian berbicara untuk menakut-nakuti Mrs. D’Abondo.
Tetapi Furi dan kawan-kawan kembali gagal, Mrs. D’Abondo dengan gergaji mesinnya tetap terlalu kuat. Tetapi masalah bisa selesai lewat orang yang tidak terduga dan dengan cara yang tidak terduga juga. Ternyata strategi Furi dan kawan-kawan sebelumnya yaitu menyamar menjadi hantu untuk menakuti Mr. D’Abondo membawa hasil.
Mr. D’Abondo yang selama ini melihat istrinya selalu merasa ketakutan karena dihantui oleh roh-roh penghuni hutan (yang sebenarnya merupakan hasil penyamaran Furi dan kawan-kawan) akhirnya menyimpulkan bahwa Mrs. D’Abondo sudah mengalami sakit jiwa maka Mr. D’Abondo memanggil petugas dari rumah sakit jiwa untuk menangkap Mrs. D’Abondo kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa sehingga pohon-pohon tidak jadi ditebang.
Lebih menggembirakan lagi, Mrs. D’Abondo akhirnya memutuskan untuk tidak jadi menjual rumah dan hutannya untuk menghargai jasa ayahnya yang sudah susah payah membangun dan merawat hutan.
Perjuangan Furi dan kawan-kawan akhirnya membuahkan hasil.
Opini saya tentang film ini :
Dari sinopsis yang saya ceritakan sudah terlihat bahwa ceritanya cukup seru dan menarik kan? Gambar 3D nya juga indah dan realistik. Ternyata film animasi dari Spanyol ini tak kalah juga dengan film animasi hollywood.
Acung jempol deh...
Tuesday, January 25, 2011
PETER AND THE WOLF
Genre : drama
Sutradara : Suzie Templeton
Studio : Breakthru Films
Tanggal rilis : 23 Desember 2006
Musik : Philharmonia Orchestra dengan dirigen : Mark Stephenson.
Durasi : 32 menit
Peter adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di sebuah rumah dii pinggir hutan di Rusia. Karena di hutan itu masih banyak serigala ganas berkeliaran, kakek Peter membangun rumahnya dengan pagar yang sangat tinggi, Peter dilarang keluar dari pagar tanpa sepengetahuan kakeknya.
Walaupun maksud kakeknya baik yaitu melindungi Peter dari serangan serigala, tetapi Peter merasa sedih karena merasa terkurung di rumahnya sendiri dan nasib Peter juga kurang beruntung karena ketika ia disuruh membeli keperluan sehari-hari oleh kakeknya di pasar, Peter selalu diganggu oleh 2 anak laki-laki yang suka berburu dan selalu membawa senapan.
Untunglah Peter mempunyai sahabat yang selalu bisa diajak bermain yaitu seekor bebek.
Suatu ketika di musim salju, Peter dan bebeknya menolong seekor burung yang sayapnya luka sehingga tidak bisa terbang. Peter dan bebeknya berniat mengembalikan si burung ke sarangnya, karena sarang si burung ada di luar pagar, Peter terpaksa melanggar larangan kakeknya.
Kebetulan pada saat itu kakek Peter dan kucingnya sedang tidur dengan nyenyak sehingga Peter bisa mencuri pintu pagar dan berhasil keluar dari pagar bersama bebeknya. Kucing kakek Peter terbangun dari tidurnya dan ikut keluar pagar bersama Peter.
Di sebelah rumah Peter ada sebuah danau yang membeku karena musim dingin sehingga Peter, si bebek, si kucing dan si burung bisa bermain di danau beku itu dengan riang gembira.
Tetapi kebahagiaan mereke sirna karena Kakek Peter bangun dan dengan marah menyuruh Peter kembali masuk pagar kemudian mengunci lagi pagar itu.
Peter bisa aman terlindung di dalam pagar tetapi si bebek, kucing dan burung tertinggal di luar pagar, celakanya datang seekor serigala lapar yang langsung menyerang.
Si kucing dan burung bisa selamat karena naik ke atas pohon tetapi sayang si bebek tertangkap oleh serigala dan langsung dimakan. Peter tidak bisa menolong bebek sahabatnya dan hanya bisa memandang serigala dengan penuh dendam dari jendela pagar.
Tidak terima dengan pembunuhan bebek sahabatnya, Peter memanjat pagar dengan membawa tali dan jaring. Peter akhirnya berhasil keluar dari pagar dan dengan dibantu burung sahabatnya, Peter berhasil menangkap serigala setelah melalui pertarungan yang seru.
Walaupun serigala sudah dalam keadaan terikat dan terjaring tetapi ia masih berbahaya bagi Peter untunglah pada saat itu muncul kakek Peter dengan membawa senapan. Si serigala akhirnya bisa dilumpuhkan.
Keesokan harinya, Peter dan kakeknya membawa serigala yang sudah dikurung dalam sangkar ke pasar untuk dijual. Ketika kakek Peter sedang tawar-menawar harga serigala dengan calon pembeli, muncul 2 anak laki-laki pemburu yang merupakan musuh Peter dan mereka membidikkan senapannya ke arah serigala.
Akhir film ini benar-benar di luar dugaan, timbul belas kasihan Peter pada si serigala walaupun ia sudah memakan bebek sahabatnya. Dengan jaringnya, Peter melumpuhkan si pemburu kemudian membuka pintu kandang serigala sehingga si serigala bisa bebas dan kembali ke hutan.
Opini saya tentang film ini :
Film pendek yang hanya berdurasi 32 menit ini memang berbeda dengan film-film animasi lain yang pernah saya tonton. Selain ceritanya yang sangat sederhana, di film ini juga sama sekali tidak ada percakapannya, tidak ada sedetikpun adegan tokoh pada film ini berbicara. Tetapi emosi masing-masing tokoh bisa diekspresikan dengan jelas melaui ekspresi wajah dan tatapan matanya.
Selain itu, film ini benar-benar full music yang bergaya klasik. Uniknya, tiap tokoh pada film ini diiringi dengan satu alat musik tersendiri yaitu : Peter = biola, burung = suling, bebek dan kucing = oboe (semacam suling), kakek Peter = basson (semacam suling juga), pemburu = timpani (sejenis drum), serigala = horn (terompet yang bentuknya bulat melingkar-lingkar).
Akhir kata, film animasi ini benar-benar beda...
Sutradara : Suzie Templeton
Studio : Breakthru Films
Tanggal rilis : 23 Desember 2006
Musik : Philharmonia Orchestra dengan dirigen : Mark Stephenson.
Durasi : 32 menit
Peter adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di sebuah rumah dii pinggir hutan di Rusia. Karena di hutan itu masih banyak serigala ganas berkeliaran, kakek Peter membangun rumahnya dengan pagar yang sangat tinggi, Peter dilarang keluar dari pagar tanpa sepengetahuan kakeknya.
Walaupun maksud kakeknya baik yaitu melindungi Peter dari serangan serigala, tetapi Peter merasa sedih karena merasa terkurung di rumahnya sendiri dan nasib Peter juga kurang beruntung karena ketika ia disuruh membeli keperluan sehari-hari oleh kakeknya di pasar, Peter selalu diganggu oleh 2 anak laki-laki yang suka berburu dan selalu membawa senapan.
Untunglah Peter mempunyai sahabat yang selalu bisa diajak bermain yaitu seekor bebek.
Suatu ketika di musim salju, Peter dan bebeknya menolong seekor burung yang sayapnya luka sehingga tidak bisa terbang. Peter dan bebeknya berniat mengembalikan si burung ke sarangnya, karena sarang si burung ada di luar pagar, Peter terpaksa melanggar larangan kakeknya.
Kebetulan pada saat itu kakek Peter dan kucingnya sedang tidur dengan nyenyak sehingga Peter bisa mencuri pintu pagar dan berhasil keluar dari pagar bersama bebeknya. Kucing kakek Peter terbangun dari tidurnya dan ikut keluar pagar bersama Peter.
Di sebelah rumah Peter ada sebuah danau yang membeku karena musim dingin sehingga Peter, si bebek, si kucing dan si burung bisa bermain di danau beku itu dengan riang gembira.
Tetapi kebahagiaan mereke sirna karena Kakek Peter bangun dan dengan marah menyuruh Peter kembali masuk pagar kemudian mengunci lagi pagar itu.
Peter bisa aman terlindung di dalam pagar tetapi si bebek, kucing dan burung tertinggal di luar pagar, celakanya datang seekor serigala lapar yang langsung menyerang.
Si kucing dan burung bisa selamat karena naik ke atas pohon tetapi sayang si bebek tertangkap oleh serigala dan langsung dimakan. Peter tidak bisa menolong bebek sahabatnya dan hanya bisa memandang serigala dengan penuh dendam dari jendela pagar.
Tidak terima dengan pembunuhan bebek sahabatnya, Peter memanjat pagar dengan membawa tali dan jaring. Peter akhirnya berhasil keluar dari pagar dan dengan dibantu burung sahabatnya, Peter berhasil menangkap serigala setelah melalui pertarungan yang seru.
Walaupun serigala sudah dalam keadaan terikat dan terjaring tetapi ia masih berbahaya bagi Peter untunglah pada saat itu muncul kakek Peter dengan membawa senapan. Si serigala akhirnya bisa dilumpuhkan.
Keesokan harinya, Peter dan kakeknya membawa serigala yang sudah dikurung dalam sangkar ke pasar untuk dijual. Ketika kakek Peter sedang tawar-menawar harga serigala dengan calon pembeli, muncul 2 anak laki-laki pemburu yang merupakan musuh Peter dan mereka membidikkan senapannya ke arah serigala.
Akhir film ini benar-benar di luar dugaan, timbul belas kasihan Peter pada si serigala walaupun ia sudah memakan bebek sahabatnya. Dengan jaringnya, Peter melumpuhkan si pemburu kemudian membuka pintu kandang serigala sehingga si serigala bisa bebas dan kembali ke hutan.
Opini saya tentang film ini :
Film pendek yang hanya berdurasi 32 menit ini memang berbeda dengan film-film animasi lain yang pernah saya tonton. Selain ceritanya yang sangat sederhana, di film ini juga sama sekali tidak ada percakapannya, tidak ada sedetikpun adegan tokoh pada film ini berbicara. Tetapi emosi masing-masing tokoh bisa diekspresikan dengan jelas melaui ekspresi wajah dan tatapan matanya.
Selain itu, film ini benar-benar full music yang bergaya klasik. Uniknya, tiap tokoh pada film ini diiringi dengan satu alat musik tersendiri yaitu : Peter = biola, burung = suling, bebek dan kucing = oboe (semacam suling), kakek Peter = basson (semacam suling juga), pemburu = timpani (sejenis drum), serigala = horn (terompet yang bentuknya bulat melingkar-lingkar).
Akhir kata, film animasi ini benar-benar beda...
Sunday, December 26, 2010
RAPUNZEL
Genre : komedi fantasi
Sutradara : Nathan Greno,Byron Howard
Pengisi suara : Mandy Moore,Zachary Levi,Donna Murphy
Musik : Alan Menken,Glenn Slater,Alan Menken
Studio : Walt Disney Animation Studios
Tanggal rilis : 17 November 2010
Durasi : 100 menit
Jaman dahulu kala di Eropa ada sebuah kerajaan yang rajanya sedang bersedih karena permaisurinya yang sedang hamil sakit keras dan tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya.
Satu-satunya harapan sebagai obat untuk sang permaisuri adalah sebuah bunga ajaib berwarna emas dan bercahaya tetapi bunga itu dimiliki oleh seorang nenek sihir bernama Mother Gothel yang menggunakan bunga itu sebagai obat awet mudanya.
Karena tidak ada pilihan lain, Sang Raja terpaksa menyuruh para prajuritnya untuk mencuri bunga ajaib itu dari Mother Gothel.
Bunga emas itu ternyata benar-benar ajaib karena Sang Permaisuri bisa sembuh setelah minum ramuan yang dibuat dari bunga ajaib itu. Tidak hanya itu, khasiat bunga ajaib itu juga menurun pada bayi yang dilahirkan Sang Permaisuri.
Bayi perempuan yang diberi nama Rapunzel itu rambutnya berwarna emas dan bercahaya seperti bunga ajaib. Selain itu, rambut emas Rapunzel itu juga mempunyai kekuatan ajaib yaitu bisa menyembuhkan segala penyakit. Tetapi rambut emas Rapunzel itu tidak boleh dipotong karena bisa berakibat warnanya berubah menjadi hitam seperti rambut biasa dan tidak punya kekuatan ajaib lagi.
Raja dan permaisurinya tentu saja sangat bahagia karena mempunyai bayi cantik dan punya kekuatan ajaib.
Tetapi kebahagiaan raja dan permaisurinya itu segera lenyap karena Mother Gothel tentu saja sangat sakit hati karena bunga ajaib yang membuatnya awet muda itu dicuri.
Mother Gothel menculik Rapunzel kemudian menyembunyikannya di sebuah menara yang sangat tinggi.
Walaupun begitu, Mother Gothel tetap merawat dan membesarkan Rapunzel tetapi tanpa kasih sayang yang tulus karena Mother Gothel hanya butuh kekuatan ajaib dari rambut emas Rapunzel yang bisa membuatnya awet muda.Mother Gothel mengurung Rapunzel di menara dan melarangnya keluar dengan alasan di luar banyak orang jahat yang mengincar rambut emas Rapunzel.
Dengan demikian Rapunzel hanya tinggal di menara dengan Mother Gothel dan sahabatnya yaitu seekor bunglon bernama Pascal. Selain itu, sesuai pantangannya, rambut Rapuzel tidak pernah dipotong sehingga menjadi sangat panjang.
Rapunzel berusaha menghilangkan rasa kesepiannya dengan menyanyi dan melukis.
Bagaimana dengan Raja dan permaisuri orang tua Rapunzel? Mereka tentu saja sangat sedih kehilangan anak satu-satunya. Untuk memperingati Rapunzel, pada tiap hari ulang tahun Rapunzel, Raja dan Permaisuri menerbangkan ribuan lampion yang indah ke langit
Lampion-lampion yang terbang dengan indah di langit itu terlihat oleh Rapunzel di menaranya.
Rapunzel tentu saja sangat tertarik dengan lampion-lampion yang terbang dengan indahnya di langit itu sehingga ketika Rapunzel merayakan ulang tahunnya yang ke-18, Rapunzel minta hadiah ulang tahun berupa pergi ke luar menara ke tempat lampion-lampion yang indah itu.
Mother Gothel tentu saja menolak permintaan Rapunzel itu tetapi untuk menghibur Rapunzel, Mother Gathel berjanji akan memberi Rapunzel hadiah lain yang lebih menyenangkan dan Mother Gothel akan pergi selama 3 hari untuk berbelanja bahan-bahan yang dibutuhkan.
Di istana, 3 pencuri berhasil mencuri mahkota permaisuri dan dikejar oleh para prajurit istana sampai ke hutan. Salah seorang dari 3 pencuri itu yang bernama Flynn mengkhianati kedua temannya dan berhasil membawa sendiri mahkota permaisuri istana itu.
Untuk menghindari kejaran prajurit-prajurit istana dan kedua temannya, Flynn melarikan diri sampai jauh ke dalam hutan sehingga sampai di menara tempat Rapunzel disembunyikan.
Flynn berhasil naik menara dan masuk ke kamar Rapunzel tetapi Rapunzel memukul kepala Flynn dengan sebuah penggorengan hingga pingsan. Rapunzel juga berhasil merebut dan menyembunyikan mahkota yang dibawa Flynn.
Karena sangat terobsesi dengan lampion-lampion indah yang dilihatnya selama belasan tahun, Rapunzel memanfaatkan Flynn untuk mewujudkan mimpinya.
Rapunzel membuat perjanjian dengan Flynn yaitu Rapunzel akan mengembalikan mahkota yang dicuri Flynn jika Flynn bisa membawa Rapunzel ke tempat lampion-lampion indah yang sering dilihat Rapunzel. Karena tidak punya pilihan lain, Flynn terpaksa menyetujui perjanjian yang dibuat Rapunzel.
Rapunzel akhirnya bisa pergi dari menara bersama Flynn dan Pascal.
Perjalanan Rapunzel dan Flynn tentu saja tidak mudah karena mereka dikejar oleh 3 musuh yaitu prajurit-prajurit istana, 2 pencuri teman Flynn yang sakit hati karena telah dikhianati dan Mother Gothel.
Tetapi Rapunzel dan Flynn tetap bisa melanjutkan perjalanan karena dibantu 2 sahabat yang tadinya merupakan musuh tetapi bisa menjadi sahabat karena kecerdikan dan kebaikan hati Rapunzel yaitu
Para preman yang berada di bar yang disinggahi Rapunzel dan Flynn serta Maximus si kuda istana. Berkat bantuan mereka, Rapunzel dan Flynn bisa menghindari kejaran musuh-musuhnya dan bisa sampai di istana.
Betapa bahagia hati Rapunzel karena akhirnya bisa melihat dari dekat bahkan menyentuh lampion-lampion indah yang sebelumnya hanya bisa dilihat Rapunzel dari puncak menara. Sesuai janjinya, Rapunzel memberikan mahkota istana kepada Flynn.
Tetapi kebahagiaan Rapunzel tidak betahan lama karena gangguan dari Mother Gothel yang berhasil bersekutu dengan 2 pencuri teman Flynn. Mereka berhasil membuat jebakan sehingga seolah-olah Flynn meninggalkan Rapunzel setelah memperoleh mahkota istana, Rapunzel tentu saja sangat sedih karena selama ini ia telah jatuh cinta pada Flynn.
Lebih parah lagi, Mother Gothel membuat Rapunzel pingsan dan membawanya kembali ke menara.
Gara-gara jebakan 2 teman Flynn dan Mother Gothel, Flynn tertangkap oleh para prajurit istana dan akan dihukum mati karena mencuri mahkota permaisuri kerajaan. Untungnya berkat bantuan para sahabatnya yaitu para preman dan Maximus, Flynn bisa melarikan diri.
Dengan naik Maximus, Flynn bisa sampai ke menara tempat Rapunzel disekap.
Tetapi lagi-lagi Flynn terkena jebakan Mother Gothel, Flynn tertusuk pisau Mother Gothel dan sekarat. Rapunzel yang sudah tahu bahwa sebenarnya ia bukan anak Mother Gothel tetapi merupakan putri kerajaan karena ketika di istana sempat melihat lukisan raja beserta permaisuri menggendong bayi yang mirip wajahnya berusaha menolong Flynn dengan keajaiban rambut emasnya.
Tetapi Flynn malah memotong rambut Rapunzel karena ia tahu bahwa rambut Rapunzel adalah sumber kekuatan Mother Gothel. Rambut Rapunzel berubah menjadi hitam dan tidak lagi mempunyai kekuatan ajaib, akibatnya Mother Gothel kehilangan sumber awet mudanya sehingga berubah menjadi tua renta dan akhirnya tewas karena jatuh dari menara.
Sayangnya, karena rambut Rapunzel tidak lagi punya kekuatan ajaib, Flynn tidak tertolong dan akhirnya juga tewas. Rapunzel menangis melihat kematian pemuda yang dicintainya.
Terjadi keajaiban lagi, ternyata daya penyembuh Rapunzel bukan hanya pada rambutnya tetapi juga pada air matamya.
Air mata Rapunzel yang jatuh di luka tusuk Flynn ternyata bisa menjadi obat dan Flynn bisa hidup lagi.
Rapunzel, Flynn, Pascal dan Maximus kembali di istana dan disambut dengan gembira oleh Raja dan Permaisurinya.
Rapunzel akhirnya kembali menjadi putri kerajaan dan dinikahkan dengan Flynn.
Happy Ending... hore...
Opini saya tentang film ini :
Walt Disney kembali berhasil mengubah cerita dongeng menjadi tontonan yang luar biasa dan seperti ciri khas Walt Disney, film ini dipenuhi dengan lagu operet yang indah dan adegan-adegan lucu.
Gambarnya juga indah dan realistik sehingga saya sangat merekomendasikan film ini bagi para penggemar film animasi. Rugi kalau tidak nonton hehehe...
Tuesday, December 14, 2010
THE DOLPHIN : STORY OF A DREAMER
Genre : adventure (petualangan)
Sutradara: Eduardo Schuldt
Pengisi suara: Robbie Daymond, Debra L. Repashy and Michael Ferreri
Tanggal rilis : 8 Oktober 2009
Durasi : 86 menit
Daniel Alexander Dolphin atau yang biasa dipanggil Daniel adalah seekor lumba-lumba yang hidup di sebuah laguna bersama sekelompok lumba-lumba lain.
Laguna atau dalam bahasa Jawa disebut segara anakan (laut anakan) adalah kawasan di laut dangkal yang berada di dalam gundukan pasir atau atol (kumpulan terumbu karang yang melingkar membentuk cincin).
Daniel dan kelompok lumba-lumbanya bisa hidup tenang karena semua kebutuhan makanannya sudah tersedia dengan melimpah ruah di laguna itu, tetapi karena hal itulah Daniel merasa bosan dengan kehidupan yang monoton itu.
Selain ingin berpetualang, Daniel sangat suka berselancar di ombak yang tinggi. Tetapi Daniel tidak bisa mewujudkan keinginannya untuk berpetualang karena ketua kelompoknya melarang semua anggota lumba-lumbanya keluar dari laguna. Jika ada lumba-lumba yang pergi dari laguna maka ia tidak diterima lagi jika kembali ke laguna.
Daniel merasa sangat tertekan dan hanya bisa berkeluh kesah dengan sahabatnya yang bernama Michael. Tetapi untung saja Roh Penguasa Lautan atau yang biasa dipanggil Voice of The Sea karena biasa mendatangi hewan laut hanya dengan suaranya saja itu mendukung mimpi Daniel. Roh penguasa laut mengutus salah satu anak buahnya yaitu seekor ikan pari bernama Manta untuk mendatangi Daniel dan menyarankan Daniel untuk mengikuti suara hatinya.
Berkat dukungan Manta dan Roh penguasa Laut, Daniel nekad meninggalkan laguna walaupun ia sudah dilarang oleh ketua kelompok lumba-lumba. Manta menyarankan Daniel untuk pergi mengikuti jalannya matahari ke barat sampai menemukan keanehan pada matahari.
Walaupun Daniel masih bingung dengan apa yang dimaksud dengan “keanehan pada matahari” tetapi dalam perjalanannya, Daniel menemukan sahabat baru yang akan menemani petualangannya yaitu seekor cumi-cumi bernama Carl.
Daniel dan Carl harus menghadapi halangan pertamanya yaitu dari seekor ikan barracuda raksasa bernama Lucius yang selalu disertai pasukan ikan baracudanya.
Lucius selalu memakan ikan lumba-lumba yang pergi dari Laguna. Untunglah dengan kelincahan dan kecerdikannya, Daniel bisa lolos dari Lucius dan bisa meneruskan perjalanannya.
Dalam perjalanannya Daniel dan Carl menemukan sebuah rumah keong raksasa. Daniel sebenarnya berniat melanjutkan perjalanannya tetapi karena Carl sangat ingin masuk ke rumah keong raksasa maka Daniel terpaksa menuruti keinginan Carl untuk masuk ke rumah keong raksasa itu.
Ternyata rumah keong raksasa berwarna biru itu dihuni oleh seekor gurita dan para anak buahnya dan mereka sangat ramah. Bahkan dari si gurita, Daniel bisa mengetahui tentang apa yang dimaksud Manta dengan “Keanehan pada matahari” yang ternyata adalah gerhana matahari.
Tetapi keramahan si gurita adalah keramahan semu karena ternyata si gurita berniat mengurung semua binatang yang masuk ke rumah keongnya untuk dijadikan budak.
Untungnya setelah melalui perjuangan yang seru, Daniel dan Carl akhirnya bisa lolos dari penjara si gurita.
Ketika akan meneruskan perjalanannya, Daniel dan Carl bertemu dengan seekor ikan kecil bernama Squishy. Ternyata Squishy dulunya adalah tawanan si gurita yang bisa lolos bersama Daniel dan Carl.
Mengetahui bahwa masih ada banyak tawanan si gurita, maka Daniel kembali ke rumah keong raksasa dan memecahkan kacanya sehingga semua tawanan si gurita bisa melarikan diri diantaranya sekelompok ubur-ubur yang menjadi teman Daniel dan Carl.
Selain itu dalam perjalanannya, Daniel dan Carl mendapat lagi teman-teman baru yaitu seekor ikan hiu yang merasa kesepian karena semua ikan takut kepadanya dan sunfish si ikan matahari yang juga suka berpetualang seperti Daniel.
Tetapi halangan dari musuh lama menghadang. Ternyata Lucius si barracuda raksasa masih dendam kepada Daniel dan berhasil menemukan lagi Daniel.
Walaupun ukuran tubuh Lucius 10 kali lebih besar, Daniel tidak gentar dan terjadilah pertarungan yang seru. Tetapi karena kalah besar dan kuat, Daniel pingsan karena dihantam oleh kibasan ekor Lucius.
Lucius siap memangsa Daniel tetapi untung datang seekor ikan paus mencegahnya. Tidak hanya itu datang juga kawan-kawan Daniel untuk membela Daniel yaitu Squishy, ikan hiu, Sunfish si ikan matahari dan sekelompok ubur-ubur.
Walaupun begitu Lucius tetap tidak takut karena ukuran badannya tetap lebih besar daripada teman-teman Daniel, apalagi Lucius didampingi oleh pasukan ikan baracudanya.
Untunglah datang Manta dan Roh Penguasa Laut yang berhasil menyadarkan Lucius dari sifat buruknya. Agar tidak membahayakan hewan –hewan laut lainnya, Roh Penguasa Laut mengubah Lucius menjadi ikan lumba-lumba seperti Daniel. Dengan demikian, Daniel dan Carl bisa melanjutkan perjalanannya.
Saat yang ditunggu-tungu Daniel akhirnya tiba, Daniel dan Carl akhirnya sampai di lautan yang sedang terkena gerhana matahari.
Karena pengaruh gerhana matahari, timbul ombak yang sangat tinggi sehingga Daniel bisa berselancar sepuas-puasnya.
Kebahagiaan Daniel semakin bertambah karena ia bertemu dengan seekor lumba-lumba betina bernama Leena yang juga ikut berselancar bersama adiknya yang bernama Kaleo.
Akhirnya Daniel bisa mewujudkan semua mimpinya.
Setelah puas berselancar Daniel pulang ke Laguna tetapi apakah ia diterima oleh kelompoknya? Ternyata Daniel malah dianggap sebagai pahlawan karena petualangannya yang luar biasa itu sehingga Sang Ketua sekarang mengijinkan semua lumba-lumbanya untuk keluar dari Laguna.
Setelah itu, Daniel kembali melanjutkan petualangannya keliling dunia.
Opini saya tentang film ini :
Film animasi dari Peru ini bagus juga. Selain alur ceritanya tidak membosankan, gambarnya juga indah dan realistik.
Yang menurut saya paling menarik adalah theme song dari film ini hanya satu yaitu lagu berjudul “Fly, Dreaming Dolphin, Fly” yang dinyanyikan oleh Steven Booth tetapi lagu itu bagus sekali.
Subscribe to:
Posts (Atom)













































