Monday, August 8, 2011

THE PRODIGY


Genre : action komedi
Sutradara : Robert D. Hanna 
Pengisi suara : Robby Daniels, Ray Hanna, Jeffrey Lee Hollis, Joy Michele, Patrick Pumpuang, Rhiann Woodyard
Tanggal rilis : 7 Juli 2009
Durasi : 77 menit

Pada jaman dahulu di Cina ada seorang gadis yatim piatu tapi ahli kung fu dan rendah hati bernama KG. Sebagai pengganti orangtua sekaligus pelatih kungfu KG adalah seekor panda yang sakti bernama Master Panda.

Selain ahli kungfu, KG juga senang bermain suling. Suatu ketika KG memainkan sulingnya di dekat istana kerajaan. Permainan suling KG yang indah itu didengar oleh pangeran kerajaan yang bernama Pangeran Po yang juga sedang memainkan gitar.
KG sangat tertarik dengan permainan gitar Pangeran Po dan Pangeran Po juga tertarik dengan permainan suling KG maka mereka berdua bertemu dan saling jatuh cinta.

Ayah Pangeran Po yang raja itu tentu saja tidak menyetujui hubungan anaknya dengan KG karena KG hanyalah rakyat jelata dan bukan berasal dari keluarga bangsawan tetapi KG dan Pangeran Po tetap melanjutkan hubungan cinta mereka dengan diam-diam.

Masalah besar terjadi ketika KG dan Pangeran Po sedang berduaan, datang 2 pemuda bernama Gen dan Gan serta seorang wanita bernama Lee.
Gen, Gan dan Lee ternyata adalah penjahat dan langsung menculik Pangeran Po. KG dengan keahlian kungfunya berusaha membebaskan Pangeran Po tapi ia kalah bertarung dengan Lee.
Pangeran Po berhasil dibawa pergi tetapi tas Lee yang berisi peralatan kosmetik tertinggal.

Sebenarnya siapakah Gen, Gan dan Lee? Gen, Gan dan Lee adalah murid dari seorang raja serakah bernama Raja Naga (The Dragon King). Raja Naga mengincar kerajaan ayah Pangeran Po maka ia menculik pangeran Po dan sebagai tebusannya, ayah pangeran Po harus menyerahkan kerajaannya.

KG tentu saja sangat sedih karena kehilangan kekasihnya dan yang membuat KG lebih sedih, ayah Pangeran Po menyalahkan KG karena KG adalah orang terakhir yang bersama Pangeran Po sebelum diculik.
Tapi untung KG mendapatkan tas kosmetik Lee yang tertinggal karena ternyata tas kosmetik Lee itu berisi senjata-senjata ajaib Lee.
Lee tentu saja sangat kehilangan senjata-senjata andalannya maka bersama Gen, ia datang ke tempat KG untuk merebut kembali tas kosmetiknya.

Ternyata tanpa tas kosmetiknya yang berisi senjata-senjata ajaib, Lee tidak lagi hebat maka KG bisa dengan mudah mengalahkannya dalam pertarungan.
Karena sudah kalah berkelahi, Lee dan Gen melarikan diri kembali ke istana Raja Naga.
KG dan Master Panda segera mengikuti Lee dan Gen karena dengan demikian mereka bisa mengetahui letak dari istana Raja Naga yang letaknya sangat tersembunyi itu.

Dengan mengikuti Lee dan Ge, KG dan Master Panda sampai di halaman istana Raja Naga tetapi ketahuan oleh Lee dan Gen yang kemudian bersama anak-anak buahnya berusaha membunuh KG dan Master Panda.
Dengan tas kosmetik Lee yang berisi senjata-senjata ajaib, KG berhasil mengalahkan Lee, Gen dan anak buahnya.

Tetapi halangan masih menghadang karena KG dan Master Panda baru sampai di halaman Istana Raja naga sedangkan istananya sendiri masih belum terlihat.
Beruntung sekali karena KG dan Master Panda bertemu dengan monster yang kelihatannya menyeramkan tetapi baik hati. Karena pernah menjadi tawanan Raja Naga, monster itu mau menunjukkan letak Istana Raja Naga.

Lebih menggembirakan lagi, KG dan Master Panda bertemu dengan Ayah Pangeran Po bersama para prajuritnya yang juga datang ke istana Raja Naga untuk membebaskan Pangeran Po.
Pada saat itu kondisi ayah Pangeran Po sangat mengenaskan karena ia dan para prajuritnya dalam keadaan luka parah karena diserang oleh anak buah Raja Naga.
Anak buah raja naga terus menyerang ayah pangeran Po dan akan membunuhnya untung bisa diselamatkan oleh KG.

Setelah nyawanya diselamatkan oleh KG, ayah pangeran Po sadar dengan kesalahannya yaitu selalu meremehkan KG karena bukan keturunan bangsawan maka akhirnya ia menyetujui hubungan KG dengan anaknya.
Setelah itu, KG dan Master Panda melanjutkan perjalanannya ke istana Raja Naga.

Setelah masuk ke istana Raja Naga, KG dan Master Panda dihadang oleh para anak buah Raja Naga tapi dengan keahlian kungfu KG dan kesaktian Master Panda serta berkat senjata-senjata ajaib dari tas kosmetik Lee, KG dan Master Panda bisa mengatasi semua rintangan dan bisa sampai ke tempat Raja Naga menawan Pangeran Po.

Untuk membebaskan Pangeran Po tentu saja tidak mudah karena KG dan Master Panda harus menghadapi Raja Naga dan 3 muridnya yaitu dan Gen, Gan dan Lee.
Setelah melalui pertarungan kungfu dan sihir yang seru, Raja Naga dan murid-muridnya bisa dikalahkan dan Pangeran Po juga bisa dibebaskan.

Opini saya tentang film ini :
Menurut saya film ini cukup menghibur karena ceritanya sangat sederhana dan penuh dengan adegan yang seru tapi lucu.
Tapi yang membuat saya terkesan adalah pada adegan KG dan Pangeran Po sedang bermain musik karena alat musiknya adalah alat musik cina kuno tapi musik yang dimainkan adalah musik modern, kreatif kan.. 

Saturday, July 2, 2011

3 PIGS AND A BABY


Genre : drama komedi
Sutradara : Howard E. Baker,Arish Fyzee
Pengisi suara : Jon Cryer,Brad Garrett,Steve Zahn,Jesse McCartney
Musik : Jim Lang
Tanggal rilis : 4 Maret 2008
Durasi : 76 menit

Mason, Richard, dan Sandy adalah 3 babi bersaudara yang selalu diburu oleh para srigala yang kebiasaannya adalah berburu babi di malam bulan purnama.
Diceritakan bahwa Mason dan kedua adiknya sangat tangguh dan sulit ditangkap sehingga pemimpin srigala yaitu Big Boss Wolf terpaksa mengutus anaknya sendiri yaitu Big Bad Wolf untuk menangkap Mason dan kedua adiknya.

Sebagai langkah pertama, Big Bad Wolf datang ke rumah Sandy si bungsu. Sandy tahu bahwa srigala datang untuk memangsanya maka ia mengunci pintu rumahnya sehingga Big Bad Wolf tidak bisa masuk.
Tetapi karena rumah Sandy hanya terbuat dari jerami, Big Bad Wolf bisa meniup rumah Sandy hingga roboh. Untung Sandy bisa melarikan diri ke rumah kakaknya yaitu Richard.

Tetapi karena Rumah Richard hanya terbuat dari kayu, Big Bad Wolf kembali bisa meniupnya hingga roboh. Untung Richard dan Sandy bisa melarikan diri ke rumah si sulung yaitu Mason.
Karena rumah Mason terbuat dari tembok batu bata yang kokoh, Big Bad Wolf tidak bisa meniupnya sampai roboh.
Big Bad Wolf tidak menyerah, ia masuk ke rumah Mason melalui cerobong asap. Untung Mason tak kalah cerdik, ia segera membakar kayu di cerobong asapnya sehingga Big Bad Wolf mati terbakar.

Big Boss Wolf Sang pemimpin srigala tentu saja sangat marah dengan kematian anaknya maka ia mengumpulkan para srigala anak buahnya dan menyusun rencana untuk menangkap Mason dan kedua adiknya.
Ilmuwan para srigala yaitu Dr. Wolfowits mengemukakan sebuah ide licik yang langsung disetujui oleh para srigala. Ide licik dan gila dari Dr. Wolfowitz itu adalah meletakkan keranjang berisi bayi srigala di depan pintu rumah Mason secara diam-diam. Jika Mason bersaudara melihat bayi srigala yang lucu itu, pasti mereka akan tertarik dan mengadopsinya menjadi anak.
Setelah srigala dewasa, ia pasti memihak kaumnya yaitu para srigala sehingga mau diajak bekerja sama untuk menyembunyikan kunci rumah di kesed pintu sehingga para srigala bisa masuk ke rumah Mason dengan mudah kemudian menangkap Mason dan kedua adiknya.

Rencana Dr. Wolfowitz ternyata berhasil, Mason bersaudara sangat tertarik melihat bayi srigala yang imut-imut itu kemudian mengangkatnya sebagai anak. Mason bersaudara memberi nama bayi srigala itu Lucky kemudian merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Mason dan kedua adiknya tidak sadar bahwa bayi yang dibesarkannya adalah srigala sehingga mereka memperlakukannya sebagai babi. Bahkan Mason bersaudara juga menyekolahkan Lucky si srigala kecil di sekolah babi.
Demikian juga dengan Lucky, karena ia diperlakukan sebagai babi, ia juga merasa bahwa ia adalah babi sehingga ketika ia diganggu oleh babi kecil teman sekolahnya yang nakal, Lucky tidak berani melawan. Padahal dengan kekuatannya sebagai srigala, Lucky sebenarnya bisa mengalahkan babi kecil yang nakal itu dengan mudah.

Sayangnya karena Lucky terlalu dimanja oleh Mason bersaudara, ia tumbuh menjadi remaja yang nakal dan tidak punya rasa hormat pada orang tua. Puncak pertengkaran Lucky dan ketiga orang tua anaknya adalah ketika Lucky membeli sebuah sepeda motor.
Mason dan kedua adiknya tentu saja menentang keinginan Lucky untuk memiliki sepeda motor karena akan membuat Lucky semakin menjadi remaja berandalan sehingga terjadilah pertengkaran yang hebat.
Begitu hebatnya pertengkaran antara Lucky dan ketiga orang tua angkatnya sehingga Mason terpaksa mengatakan bahwa Lucky bukanlah anak kandungnya tetapi hanyalah anak angkat.

Lucky tentu saja sangat terpukul ketika mengetahui ia hanyalah anak angkat sehingga Lucky lari dari rumah. Celakanya Lucky bertemu dengan para srigala anak buah Big Boss Wolf.
Lebih celaka lagi, Big Boss Wolf berhasil meyakinkan Lucky bahwa ia sebenarnya adalah srigala, bukan babi.

Big Boss Wolf juga berhasil menyuruh Lucky untuk mengkhianati orang tuanya dengan cara meletakkan kunci rumah Mason di balik kesed.
Lucky menuruti perintah Big Boss Wolf karena Big Boss Wolf tidak mengatakan bahwa ia dan anak buahnya akan masuk ke rumah Mason dan memangsanya tetapi Big Boss Wolf berkata bahwa ia akan mengadakan pesta kejutan di rumah Mason.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu para srigala tiba yaitu malam bulan purnama, saat mereka akan memangsa para babi.
Seperti pada perburuan sebelumnya, para srigala berhasil meniup hingga roboh rumah Richard dan Sandy yang hanya terbuat dari kayu dan jerami itu sehingga Richard dan Sandy lari ke rumah Mason yang terbuat dari tembok batu bata yang kokoh.
Karena kunci rumah Mason terletak di luar rumah yaitu di bawah kesed, para srigala bisa masuk ke rumah Mason dan menangkap mason bersaudara.

Untungnya ketika para srigala akan memasak Mason bersaudara, datang Lucky dengan sepeda motornya dan berhasil membebaskan ketiga orang tua angkatnya sehingga bisa kembali bersembunyi dengan aman di rumah Mason.
Rupanya walaupun sudah sadar bahwa dirinya adalah srigala, Lucky tetap ingat jasa-jasa para babi orang tua angkatnya yang selama ini sudah merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Kali ini para srigala tidak bisa menangkap Mason bersaudara yang sudah berada di dalam rumah Mason yang terbuat dari tembok batu bata dan terkunci itu. Tetapi tiba-tiba Dr. Wolfowitz mengeluarkan senjata andalannya yaitu kipas angin raksasa yang mampu meniup rumah Mason hingga roboh.

Ketika Dr. Wolfowitz akan menyalakan kipas raksasanya, Lucky membela ketiga babi orang tua angkatnya dengan berdiri di depan pintu rumah Mason. Terjadilah pertentangan antara Dr. Wolfowitz dan Big Boss Wolf karena Dr. Wolfowitz tetap akan merobohkan rumah Mason walaupun berakibat Lucky juga ikut menjadi korban, sedangkan Big Boss Wolf  tidak ingin Lucy celaka karena bagaimanapun juga, Lucky adalah seekor srigala juga.

Big Boss Wolf berkelahi dengan Dr. Wolfowitz dan untungnya Big Boss Wolf menang sehingga Dr. Wolfowitz terlempar ke tempat yang sangat jauh karena tertiup kipas raksasa buatannya sendiri.

Ternyata Lucky tidak hanya berhasil menyelamatkan ketiga orang tua angkatnya, tetapi keberanian dan sikap berbakti pada orang tua dari Lucky sangat berkesan di hati Big Boss Wolf sehingga ia berjanji tidak akan memburu Mason bersaudara lagi.
Big Boss Wolf dan Mason menanda tangani surat perjanjian damai sehingga srigala dan babi bisa hidup berdampingan dengan damai.

Opini saya tentang film ini :
Film ini merupakan salah satu seri dari 3 serial film animasi Unstable Fables yang diproduksi oleh The Jim Henson Company, 2 film animasi lainnya adalah The Goldilocks and the 3 Bears Show dan Tortoise vs. Hare (sinopsisnya sudah saya buat di blog ini).

Menurut saya film-film Unstable Fables sangat cocok untuk anak-anak karena tidak hanya menghibur tetapi juga penuh dengan pesan moral yang mendidik.

Tuesday, May 31, 2011

THE BLUE ELEPHANT

Genre : action komedi
Sutradara : Kompin Kemgumnird
Pengisi suara (bahasa Inggris) : Miranda Cosgrove,Carl Reiner,Martin Short
Tanggal rilis : 18 Mei 2006
Durasi : 77 menit

Film animasi Thayland ini bercerita tentang riwayat Khan Kluay (di India dikenal sebagai Jumbo), seekor gajah perang negara Thayland pada abad ke-15 yang waktu itu masih bernama Siam.
Pada abad ke-15 itu, Siam masih dijajah oleh Burma dan pada saat itu di sebuah hutan, lahir seekor gajah berwarna biru. Karena belalai gajah biru yang baru lahir itu melengkung mirip pisang maka bayi gajah biru itu diberi nama Khan Kluay yang dalam bahasa Thayland berarti batang pisang.
Tahun berganti tahun sehingga Khan Kluay tumbuh menjadi seekor gajah kecil.

Sebenarnya Khan Kluay bukan gajah sembarangan karena ayah Khan Kluay adalah seekor gajah perang yang gagah perkasa bernama Pran dan tinggal di istana. Ibu Khan Kluay sering menceritakan kehebatan Pran itu kepada Khan Kluay sehingga membuat Khan Kluay sangat bangga, begitu bangganya sehingga Khan Kluay tidak takut berkelahi dengan gajah kecil lain yang menghina ayahnya walaupun gajah itu tubuhnya lebih besar atau bahkan jika harus dikeroyok sekalipun.
Walaupun begitu, ibu Khan Kluay tidak ingin anaknya menjadi gajah perang karena menurutnya berperang itu hanya membuang nyawa sia-sia. Ibu Khan Kluay lebih senang hidup tentram di hutan.

Suatu ketika hutan tempat Khan Kluay tinggal didatangi pasukan perang dari Kerajaan Burma yang baru saja berhasil menculik pangeran Siam bernama Pangeran Naresuan.
Melihat hutan mereka didatangi pasukan tentara Burma, para gajah langsung bersembunyi karena para tentara sering menangkap gajah-gajah untuk dijadikan gajah perang. Ibu Khan Kluay juga menyuruh Khan Kluay untuk bersembunyi.

Tetapi Khan Kluay tidak menuruti perintah ibunya, karena Khan Kluay melihat pasukan Burma itu datang lengkap dengan gajah-gajah perangnya maka Khan Kluay ingin mendatangi pasukan Burma itu agar bisa bertemu dengan ayahnya, Pran si gajah perang.
Pada malam hari ketika Ibu Khan Kluay dan gajah-gajah lain sedang tidur, Khan Kluay diam-diam pergi ke tempat pasukan Burma.



Malang bagi Khan Kluay karena ia ketahuan tentara Burma yang langsung mengejar, untung Khan Kluay bisa masuk ke kemah Pangeran Naresuan yang masih berusia remaja dan menjadi tawanan pasukan Burma.
Pangeran Naresuan berhasil melindungi Khan Kluay sehingga tidak tertangkap oleh tentara Burma. Tetapi nasib baik belum sepenuhnya berpihak pada Khan Kluay, ketika Khan Kluay pulang ke hutan, ia ketahuan lagi oleh tentara-tentara Burma yang langsung mengejar.
Khan Kluay berhasil lolos tetapi ia jatuh ke sungai dan hanyut.

Untung Khan Kluay tidak mati karena ia hanya luka di kaki dan terdampar di sebuah desa kemudian diselamatkan oleh seekor gajah kecil betina bernama Kon Suay yang dipelihara oleh seorang pawang gajah bernama Tian.
Sebenarnya Khan Kluay bisa hidup enak bersama Kon Suay di desa tetapi karena Khan Kluay masih memikirkan ibunya, Khan Kluay bersama Kon Suay kembali ke hutan untuk mencari ibu Khan Kluay.

Tetapi betapa sedih Khan Kluay karena ketika sampai di hutan, ia tidak bertemu dengan ibunya dan gajah-gajah lain karena sudah ditangkap untuk dijadikan gajah pekerja di istana.
Maka Khan Kluay terpaksa menuruti ajakan Kon Suay untuk tinggal bersamanya di desa.
  
Tetapi terjadi salah paham antar Khan Kluay dan Tian sang pawang gajah majikan Kon Suay karena Khan Kluay melihat Tian sering mempekerjakan gajah-gajah untuk mengangkat barang berat dan Khan Kluay menganggap Tian sering menyiksa gajah.
Lebih parah lagi, Khan Kluay menganggap Tian menawannya karena mengikat Khan Kluay dan menggantungnya di tiang padahal hal itu adalah usaha Tian untuk menyembuhkan luka di kaki Khan Kluay.
Maka setelah kaki Khan Kluay sembuh dan Tian tidak lagi menggantungnya, Khan Kluay langsung melarikan diri ke hutan untuk mencari ibunya lagi.

Tapi sepertinya Khan Kluay ditakdirkan untuk bersatu dengan Kon Suay karena ketika sedang pergi ke hutan, Khan Kluay mendengar teriakan Kon suay yang sedang diserang oleh sekelompok musang.
Khan Kluay mendatangi Kon Suay untuk menyelamatkannya dari musang-musang tetapi Khan Kluay tetap kewalahan karena jumlah musang itu terlalu banyak.
Untung datang Tian dengan seekor gajah besar dan berhasil mengusir para musang. Setelah itu, Khan Kluay menerima ajakan Tian untuk tinggal bersamanya.

Kebetulan pada saat itu keadaan Siam sedang genting karena Pangeran Naresuan berhasil melarikan diri dari tahanan Burma maka pemerintah Burma semakin bersikap keras kepada rakyat Siam, pemerintah Burma memungut pajak lebih tinggi pada rakyat siam bahkan mulai merampas harta bendanya. Belum cukup dengan penderitaan rakyat Siam, angkatan perang Burma bersiap menyerang Siam.
Untuk mengantisipasi serangan dari Burma, Raja Siam mulai menyiapkan angkatan perang yang tangguh termasuk gajah-gajah perangnya maka Raja Siam melalui merpati posnya yang bernama Jai mengirim surat kepada Tian untuk melatih gajah-gajahnya menjadi gajah perang.

Dari Jai si merpati pos kerajaan, Khan Kluay bisa tahu bahwa kedua orang tuanya ada di istana tetapi sayangnya tidak sembarang gajah bisa masuk ke istana karena hanya gajah kerajaan yang bisa masuk ke istana. Maka agar bisa menjadi gajah kerajaan, Khan Kluay nekad megikuti program latihan gajah perang dari Tian walaupun usianya masih terlalu muda.
Ternyata bakat militer Pran menurun pada Khan Kluay sehingga di bawah didikan Tian, berapa tahun kemudian Khan Kluay menjadi gajah perang muda yang tangguh. Bersamaan dengan itu, Pangeran Narasuan sudah dewasa dan dinobatkan menjadi Raja Siam.

Tiba saatnya gajah-gajah perang hasil pendidikan Tian termasuk Khan Kluay dipanggil Raja Naresuan ke istana untuk berperang. Setelah sampai di istana, gajah-gajah perang baru itu diseleksi untuk menjadi gajah tunggangan Raja Naresuan.
Dengan ketangguhannya Khan Kluay hampir saja lolos seleksi tahap akhir menjadi gajah Raja Naresuan tetapi tiba-tiba Khan Kluay melihat seekor gajah betina pekerja istana di dalam kurungan yang ternyata adalah ibu Khan Kluay.

Melihat ibunya dikurung, Khan Kluay mengamuk dan berusaha membebaskan ibunya. Karena kekuatannya yang luar biasa tidak ada yang bisa menghentikan Khan Kluay.
Untungnya Raja Naresuan mengenali Khan Kluay sebagai gajah kecil yang dulu pernah ditemuinya ketika masih menjadi tawanan Burma. Raja Naresuan mendekati Khan Kluay yang ternyata juga mengenali Raja naresuan.
Melihat Raja Naresuan yang dulu pernah menyelamatkannya, redalah amarah Khan Kluay dan sejak saat itu resmilah Khan Kluay menjadi gajah tunggangan Raja Naresuan.

Yang membuat Khan Kluay lebih bahagia, ia telah bertemu lagi dengan ibunya tetapi ada hal yang membuatnya sedih yaitu ternyata ayah Khan Kluay yaitu Pran telah tewas dalam pertempuran dan abu kremasinya disimpan di istana.
Menurut cerita salah satu gajah perang yang pernah berjuang bersama Pran, gugurnya Pran karena bertarung dengan gajah perang Burma yang berbadan besar, hitam dan bermata tajam seperti batubara.

Karena tidak ingin nasib anaknya seperti Pran, ibu Khan Kluay menyuruh Khan Kluay berhenti menjadi gajah perang dan kembali ke hutan. Tetapi Khan Kluay terpaksa membantah lagi perintah ibunya karena merasa pengorbanan ayahnya akan sia-sia jika Khan Kluay tidak ikut bertempur untuk membebaskan kerajaan Siam dari penjajahan Kerajaan Burma.
Khan Kluay akhirnya memutuskan tetap ikut bertempur sebagai tunggangan Raja Naresuan.

Pada tahun 1592 pecahlah perang antara pasukan Siam dan Burma. Walaupun tentara Siam sudah ditambah para sukarelawan yaitu rakyat Siam dari profesi apa saja seperti petani, pekerja bangunan bahkan dokter tetapi jumlahnya tetap kalah dibanding pasukan Burma yang mencapai 10 kali lipat.
Tetapi karena tekad yang kuat untuk lepas dari penjajah, pasukan Siam bisa mengimbangi pasukan Burma.

Karena perang tidak juga selesai, maka Raja Naresuan menantang Raja Burma untuk duel satu lawan satu dengan mengendarai gajah perangnya masing-masing dan Raja Burma menerima tantangan itu.
Khan Kluay yang menjadi tunggangan Raja Naresuan tentu saja sangat senang karena gajah yang menjadi tunggangan Raja Burma adalah gajah yang dulu membunuh ayahnya, inilah kesempatan Khan Kluay untuk membalas kematian ayah yang sangat dibanggakannya itu.

Setelah melalui pertarungan yang seru, akhirnya Khan Kluay berhasil membunuh gajah yang dulu membunuh ayahnya. Selain itu, Raja Burma juga ikut tewas.
Melihat rajanya telah tewas, pasukan Burma menyerah maka bebaslah rakyat Siam dari penjajahan.

Perang telah selesai untuk kemenangan Siam maka Khan Kluay dipensiunkan sebagai gajah perang kemudian kembali ke hutan dan hidup tentram bersama ibunya dan Kon Suay.

Opini saya tentang film ini :
Film animasi 3D pertama Thayland yang dibuat tahun 2006 ini ternyata cukup seru dan nyaman juga untuk ditonton. Pantas saja karena sutradara film ini yaitu Kompin Kemgumnird adalah salah satu animator Walt Disney yang ikut dalam pembuatan film The Lion King, Atlantis: The Lost Empire, dan Tarzan. Bahkan Kompin Kemgumnird juga ikut menjadi animator Blue Sky Studio’s ketika membuat film Ice Age.
Akhir kata, film ini cukup menghibur dan saya rekomendasikan untuk ditonton.

Monday, May 16, 2011

RIO

Genre : drama komedi
Sutradara : Carlos Saldanha
Pengisi suara : Jesse Eisenberg,Anne Hathaway,George Lopez, Jemaine Clement, Jake T. Austin,Leslie Mann, Tracy Morgan, Will.i.am, Jamie Foxx, Rodrigo Santoro, Davi Vieira
Studio : Blue Sky Studios
Tanggal rilis : 8 April 2011
Durasi : 96 menit


Film ini dimulai ketika seekor bayi burung Spix Macaw yang belum bisa terbang di hutan Brasil ditangkap oleh pemburu untuk dijual ke Amerika.
Spix Macaw (bahasa latinnya Cyanopsitta spixii ) adalah sejenis burung nuri berwarna biru yang sudah sangat langka, saat ini diperkirakan jumlahnya di seluruh dunia hanya tinggal 60 ekor. Karena warnanya yang indah dan jumlahnya yang sangat langka itulah burung Spix Macaw harganya sangat mahal, bisa mencapai 1 milyar rupiah per ekor. Tidak heran jika burung Spix Macaw menjadi incaran para penyelundup.


Tetapi ketika sampai di Amerika dan dimuat dalam truk, kandang yang memuat burung Spix Macaw itu terjatuh dari truk, untung si burung Spix Macaw ditemukan oleh seorang gadis kecil bernama Linda dan dipelihara dengan penuh kasih sayang sampai mereka sama-sama tumbuh menjadi dewasa. Karena warna bulunya yang biru, Linda memberi nama burung Spix Macawnya, Blu.


Setelah dewasa, Linda mencari nafkah dengan membuka sebuah toko buku. Sayangnya karena terlalu sayang pada Blu, Linda hanya memelihara Blu di dalam rumah sehingga walaupun sudah menjadi burung dewasa, Blu tetap tidak bisa terbang.


Sampai pada suatu ketika Linda didatangi Dr. Tulio, seorang ahli ornitologi (ilmu burung) dari Brasil. Tulio meminta Blu dibawa ke tempatnya di Rio de Janeiro di Brasil untuk dikembang biakkan karena Tulio juga mempunyai seekor burung Spix Macaw berjenis kelamin betina, hal itu dilakukan untuk menjaga burung Spix Macaw dari kepunahan karena jumlahnya yang sudah sangat langka.



Pada awalnya Linda menentang keras keinginan Tulio membawa burung kesayangannya tetapi akhirnya Linda sadar bahwa burung Spix Macaw memang harus diselamatkan dari kepunahan, maka akhirnya Linda mengijinkan Tulio membawa pergi Blu tetapi dengan syarat, Linda juga ikut mengantarkannya ke Rio de Janeiro.


Sesampainya di Rio de Janeiro, Blu dipertemukan dengan burung Spix Macaw betina milik Tulio yang bernama Jewel di sebuah kandang. Berbeda dengan Blu, Jewel tumbuh di hutan dan ditangkap setelah dewasa sehingga Jewel bisa terbang dan berkeinginan kuat untuk melarikan diri dari laboratorium Dr. Tulio.


Karena Blu kelihatan bahagia bersama Jewel dan kandangnya dijaga oleh penjaga yang gagah, Linda bisa meninggalkan Blu untuk makan malam dengan Tulio di restoran.


Tetapi siapa sangka, di laboratorium Dr. Tulio ada seekor burung kakaktua bernama Nigel yang dimasukkan Tulio ke laboratoriumnya karena terlihat sakit ternyata hanya berpura-pura sakit kemudian menyerang penjaga laboratorium hingga pingsan.
Setelah melumpuhkan penjaga, Nigel membuka kunci pintu sehingga seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Fernando bisa masuk kemudian mencuri Blu dan Jewel.


Setelah berhasil mencuri burung-burung Spix Macaw, Fernando menyerahkannya kepada bossnya yaitu Armando.
Agar tidak melarikan diri, Armando mengikat Blu dan Jewel pada satu rantai.


Walaupun dihubungkan pada satu rantai dan Blu tidak bisa terbang, akhirnya mereka bisa melarikan diri tetapi tersesat di sebuah hutan.
Di hutan itu, Blu dan Jewel bertemu dengan seekor burung Toco Toucan bernama Rafael yang mengaku bisa membantu Blu dan Jewel untuk melepaskan rantai yang mengikat mereka.


Rafael mengajak Blu dan Jewel untuk pergi ke seekor anjing bulldog bernama Luiz yang diyakini bisa memotong rantai pengikat Blu dan Jewel. Karena Blu tidak bisa terbang, mereka bertiga pergi ke tempat Luiz dengan menumpang pesawat gantole dan truk. Dalam perjalanannya, Blu dan Jewel mendapat 2 sahabat lagi yaitu Pedro si burung kardinal berjambul merah dan Nico si burung kenari.


Bagaimana dengan Linda? Setelah tahu burung kesayangannya hilang, Linda tentu saja sangat sedih sehingga berusaha mencari Blue dengan menyebarkan poster yang berisi gambar Blu. Untung sekali, poster yang disebarkan Linda dibaca oleh Fernando.


Fernando yang merasa kecewa karena uang yang diberikan Amando sebagai upah atas pencurian Blu dan Jewel tidak sesuai dengan yang dijanjikan, menemui Linda dan bersedia membantu mencari Blu.
Sebagai langkah awal mencari Blu, Linda Tulio dan Fernando pergi ke rumah Armando.


Tidak hanya Linda dan Tulio yang mencari Blu, Armando dan anak buahnya yang merasa kehilangan burung-burung Spix Macaw hasil curiannya yang berharga sangat mahal itu juga mencari Blu dan Jewel. Lebih gawat lagi, Nigel berhasil menyuruh monyet-monyet marmoset untuk ikut mencari Blu dan Jewel. Karena jumlahnya sangat banyak, monyet-monyet marmoset akhirnya bisa menemukan Blu dan Jewel yang sedang menari samba bersama burung-burung teman Pedro dan Nico.


Untung monyet-monyet marmoset itu tidak bisa menangkap Blu dan Jewel karena Nico, Pedro, Rafael dan burung-burung temannya rela berkelahi untuk membela Blu dan Jewel.
Blu, Jewel, Rafael dan Nico akhirnya bisa lolos dari monyet-monyet marmoset dan sampai di tempat Luiz si anjing bulldog.


Luiz akhirnya bisa melepaskan Blu dan Jewel dari rantai yang mengikat mereka tetapi terjadi perpisahan antara Blu dan Jewel karena Jewel merasa lebih bahagia kembali ke hutan sedangkan Blu memilih untuk mencari Linda.
Tetapi dalam perjalanannya kembali ke hutan, Jewel tertangkap oleh Nigel. Peristiwa tertangkapnya Jewel diketahui oleh Pedro dan Nico maka Blu bersama Rafael, Pedro, Nico dan Luiz segera mengejar Jewel.


Setelah mendapatkan kembali Jewel, Armando berencana menyelundupkan Jewel ke luar negeri melalui sebuah karnaval yang sering diadakan di Brasil. Direncanakan, dengan membawa Jewel dan burung-burung langka hasil curian lainnya, Armando dan anak buahnya akan menyamar sebagai peserta karnaval kemudian naik pesawat terbang ke luar negeri.
Untungnya rencana Armando itu diketahui Fernando yang kemudian memberitahukannya kepada Linda dan Tulio. Untuk menemukan kembali Blu dan Jewel, Linda dan Tulio juga menyamar sebagai peserta karnaval.


Blu dan kawan-kawan sampai di karnaval dan sempat bertemu dengan Linda tetapi Blu lebih memilih untuk menyelamatkan Jewel. Keputusan Blu itu ternyata membawa petaka karena setelah Blu masuk ke mobil karnaval yang mengangkut Jewel, Blu terjebak dan berhasil dikurung oleh Nigel. Lebih parah lagi, Rafael, Pedro dan Nico ikut terjebak dan siap diselundupkan juga ke luar negeri.
Untungnya Fernando yang ikut bersama mobil karnaval Armando berpihak pada Linda sehingga ia melemparkan kain-kain untuk meninggalkan jejak sehingga bisa dilacak dan diikuti oleh Tulio dan Linda.


Keadaan makin gawat karena dengan naik pesawat terbang, Armando dan anak buahnya akhirnya bisa membawa Blu, Jewel dan burung-burung langka lainnya ke luar negeri.
Linda dengan dibantu Tulio dan Fernando berusaha mati-matian untuk menghentikan Armando tetapi gagal, pesawat Armando tetap bisa mengangkasa.
Linda akhirnya hanya bisa menangis melihat pesawat Armando pergi membawa Burung kesayangannya ke luar negeri.


Untungnya Blu tetap belum menyerah, dengan usaha yang luar biasa ia bisa membuka kurungan yang mengurungnya kemudian membuka pintu pesawat terbang sehingga burung-burung tawanan Armando bisa terbang bebas.
Sayangnya Blu tidak bisa ikut bebas karena tidak bisa terbang dan Jewel juga tidak ikut bebas karena sayapnya terluka akibat diserang Nigel.


Keadaan makin gawat karena Jewel yang tidak bisa terbang karena luka di sayapnya ikut terlempar keluar dari pesawat sehingga bisa jatuh ke tanah dan mati.
Tetapi di saat yang sangat genting itu, Blu mendapatkan naluri burungnya untuk bisa terbang sehingga tiba-tiba Blu bisa terbang dan bisa menyelamatkan Jewel.


Dengan terbang membawa Jewel, Blu datang kepada Linda yang tentu saja sangat gembira bisa bertemu lagi dengan burung kesayangannya apalagi sekarang Blu bisa terbang.


Bagaimana nasib si penyelundup Armando? Karena pintunya dibuka oleh Blu ketika sedang terbang, pesawat Armando rusak parah dan jatuh. Armando dan anak buahnya bisa menyelamatkan diri dengan parasut tetapi jatuh di laut. Nasib Nigel si kakaktua sadis lebih parah lagi, ia tewas tertabrak baling-baling pesawat terbang Armando.


Akhir dari film ini, Linda bersama Tulio dan Fernando mendirikan sebuah cagar alam di hutan Rio de Janeiro untuk melindungi burung-burung langka (termasuk Blu dan Jewel) dari kepunahan dan ancaman para penyelundup.
Cagar alam buatan Linda dan Tulio itu diberi nama BLU BIRD SANCTUARY.


Opini saya tentang film ini :
Setelah selesai menonton film ini, saya merasa film animasi ini sangat layak untuk direkomendasikan, ceritanya seru dan tidak membosankan serta lagunya juga bagus-bagus. Pantas saja karena sutradara film ini adalah Carlos Saldanha yang sebelumnya membuat film animasi Ice Age yang booming itu.


Tetapi yang membuat saya lebih kagum adalah kualitas desain grafisnya. Burung-burung dengan bulunya tampak realistik sekali seolah-olah bulu-bulunya itu digambar satu-persatu.
Apalagi pada saat adegan karnaval, saya yang pernah belajar program 3DS Max saja bisa membayangkan betapa rumitnya membuat animasi kerumunan orang-orang yang menari-nari dengan karakter yang berbeda-beda.


Terutama adegan tarian dan nyanyian itu lo… aduh bagus banget, yang paling saya suka adalah adegan operet pada awal film ketika Blu yang masih bayi menari bersama burung-burung di hutan, saya mendapatkan video klipnya di Youtube maka saya tampilkan di bawah ini. Mari kita nikmati bersama…