Sunday, August 15, 2010

SUNSHINE BARRY AND THE DISCO WORM

Genre : komedi
Sutradara : Thomas Borch Nielsen
Pengisi suara : Peter Frödin, Trine Dyrholm, Lars Hjortshøj, Troels Lyby, Helle Dolleris, Birthe Neumann, Peter Hesse Overgaard, Henning Jensen, Olaf Nielsen, Kim Hagen Jensen, Tonni Zinck, Casper Byriel Svane, Kirsten Skytte, Margit Rosenaa
Tanggal rilis : 10 Oktober 2008
Durasi : 75 menit

Film ini menceritakan perjuangan seekor cacing muda bernama Barry untuk mencapai cita-citanya menjadi juara lomba musik. Pada waktu itu cacing sering diremehkan oleh binatang-binatang lainnya karena bentuk tubuhnya yang sangat sederhana dan cacing berada pada tingkatan terendah pada rantai makanan, cacing hanya makan tanah.

Demikian juga dengan Barry dan sahabatnya yang bernama Tito, mereka sering dihina oleh teman-temannya yang merupakan binatang jenis serangga.
Barry juga semakin merasa tertekan karena ibunya menuntut Barry untuk berprestasi menjadi pegawai kantoran yang berkedudukan tinggi, padahal Barry merasa tidak berbakat pada hal itu.
Barry lebih tertarik pada musik terutama musik disco.

Barry semakin ingin menjadi pemusik karena melihat cacing betina yang selama ini ditaksirnya yaitu Gloria tergila-gila pada kumbang penyanyi bernama Tony Dean.
Barry semakin mantap pada cita-citanya ketika menemukan CD disco koleksi ayahnya. Maka secara diam-diam tanpa sepengetahuan ibunya, Barry berlatih disco. Suatu hal yang sangat sulit bahkan hampir mustahil karena cacing dengan struktur tubuhnya yang sangat sederhana tentu saja sangat sulit untuk menari disco atau boogie.

Kebetulan di kota Barry diadakan lomba musik yang berhadiah 10.000 dollar. Maka Barry segera bekerja keras untuk membentuk grup musik disco.
Barry meminjam uang 1000 dolar pada Tito untuk membeli alat-alat musik bekas sekaligus menjadikan Tito sebagai pemain bas, Barry sendiri akan menjadi drummer merangkap vocalis.
Barry kemudian memasang poster-poster untuk mencari personel musik lainnya tetapi betapa kecewanya Barry karena tidak ada yang mau mendaftar menjadi personel grup musiknya.

Tetapi akhirnya Barry mendapat 2 personel musik walaupun kemampuannya lagi-lagi mengecewakan yaitu :
- Jimmy sebagai gitaris tetapi ia lebih cocok sebagai gitaris musik rock daripada disco.
- Gloria sebagai vokalis, Barry sempat merasa senang karena selama ini ia memang jatuh cinta pada Gloria tetapi kemudian kecewa karena suara Gloria ternyata sumbang.
Tetapi karena tidak ada lagi yang mau mendaftar sebagai personel grup musiknya, Barry terpaksa menerima mereka dan berlatih musik di kantor tempat Barry bekerja pada malam hari secara diam-diam karena semua karyawan kantor dilarang bermusik disco yang dianggap tidak sesuai dengan misi dan visi perusahaan .

Karena personel-personelnya kurang berbakat, musik yang dihasilkan dari grup musik Barry yang diberi nama “Sunshine Barry and The Discoworm” itu tentu saja kacau balau dan sama sekali tidak enak didengar

Keadaan semakin menegangkan karena ketika sedang berlatih, Barry dan kawan-kawan ketahuan pimpinan perusahaan yaitu seorang cacing betina bernama Donna.
Tetapi terjadi hal diluar dugaan, Donna ternyata diam-diam juga penggemar musik disco..!

Donna segera bergabung dengan grup musik Barry dan yang lebih menggembirakan, Donna ternyata sangat ahli pada musik disco kemudian segera melakukan perubahan besar yaitu Barry dipindah menjadi pemain keyboard merangkap vocalis sedangkan drum akan dimainkan oleh Donna sendiri.
Selain itu, Donna berhasil mengatur suara yang dihasilkan dari sound system sehingga suara bas dari Tito lebih enak didengar, suara gitar dari Jimmy jadi bercorak disco bukan rock dan suara vocal dari Gloria terdengar merdu.
Sekarang musik yang dihasilkan dari grup musik Barry menjadi enak didengar dan siap ikut lomba.

Tetapi betapa hancur hati Barry karena ternyata grup musiknya ditolak ikut lomba musik karena cacing dengan bentuk tubuhnya yang sederhana dianggap tidak pantas jadi superstar.
Barry dan grup musiknya tidak menyerah, mereka mencoba mendaftar lagi dengan menyamar sebagai serangga tetapi sayangnya ketika sedang berlatih di kantor secara diam-diam mereka ketahuan oleh Direktur perusahaan.
Barry dan kawan-kawan diusir dari kantor. Lebih gawat lagi, Barry dan kawan-kawan tertangkap oleh manusia untuk dijadikan umpan pancing.

Musibah itu ternyata membawa berkah. Ketika Barry dan kawan-kawan berada di tempat penyimpanan cacing untuk umpan ikan, Gloria mencoba menghilangkan kesedihannya dengan menyanyi lagu sedih.
Terjadi keajaiban, karena lagu sedih itu dinyanyikan Gloria dengan penuh perasaan, suara Gloria tidak lagi sumbang. Hal itu tentu saja membuat Grup musik Barry semakin kuat tetapi semua itu sia-sia saja karena sebentar lagi mereka akan mati sebagai umpan ikan.

Tetapi dengan kecerdikan dan keberaniannya, Barry dan kawan-kawan bisa melarikan diri dari manusia dan bisa kembali ke kotanya.

Akhirnya lomba musik dimulai, biarpun sudah dilarang untuk ikut lomba tetapi Barry dan kawan-kawan tidak menyerah, mereka tetap berada di tempat lomba dan siap untuk tampil.
Dan memang kesempatan itu datang, Tony Dean si kumbang penyanyi juga ikut lomba musik itu. Ternyata selama ini Tony Dean berbuat curang yaitu menggunakan trik lipsync ketika bernyanyi (hanya menggerak-gerakkan bibir seolah bernyanyi padahal suara yang dipakai adalah suara orang lain).
Gloria dengan kecantikannya berhasil merayu Tony Dean sehingga trik lipsyncnya terbongkar. Para penonton tentu saja marah, akhirnya untuk meredakan amarah penonton, panitia lomba menyuruh grup musik Barry untuk tampil.

Ternyata penampilan Barry dan kawan-kawan benar-benar luar biasa, mereka bisa membuat penonton terhanyut dan ikut bergoyang disco. Serangga-serangga yang selama ini selalu menghina Barry dan siap untuk melempari Barry ternyata tidak tahan untuk ikut menari disco, bahkan para juri juga ikut bergoyang disco.

Dengan penampilannya yang hebat, seharusnya grup musik Barry yang menjadi juara tetapi Barry kembali kecewa karena yang menjadi juara adalah grup musik lain.
Ternyata Tony Dean yang sakit hati karena tipuan lipsyncnya dibongkar oleh grup musik Barry menyuap para juri agar tidak memenangkan Barry.

Dengan perasaan sangat kecewa, Barry dan kawan-kawan pulang ke kampung cacing. Tetapi biarpun kalah, Barry dan kawan-kawan disambut oleh masyarakat cacing dan dianggap sebagai pahlawan.
Ternyata selama ini Barry dan kawan-kawan adalah peserta lomba musik yang pertama dari binatang cacing. Apalagi mereka bisa mendapat sambutan meriah dari penonton.
Dan yang membuat Barry merasa sangat bahagia, ibunya sangat bangga kepada Barry sehingga merestui Barry untuk menjadi pemusik dan tidak memaksanya lagi menjadi pegawai kantoran.

Barry dan kawan-kawan kembali memainkan musiknya dan menghibur semua warga cacing, Superstar disco baru telah lahir, SUNSHINE BARRY AND THE DISCOWORM…

Opini saya tentang film ini :
Film ini berasal dari Denmark dan judul aslinya adalah : Disco Ormene. Saya salut pada para animatornya karena bisa membuat cacing, binatang yang bentuknya sangat sederhana bahkan menjijikkan menjadi tokoh kartun yang lucu.

Tapi yang penting adalah pesan moral dari film ini yaitu agar kita jangan mudah menyerah dalam menggapai cita-cita. Walaupun akhirnya gagal, tetapi jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan tanpa dengan cara jahat tentunya, pasti akan membuahkan hasil, bahkan hasil itu bisa lebih memuaskan dari target yang kita cita-citakan.

Pada film ini dicontohkan Barry yang mati-matian mengejar cita-citanya menjadi juara lomba musik (bahkan sampai hampir benar-benar mati sebagai umpan ikan).
Pada akhirnya Barry memang gagal jadi juara tapi mendapat ganti yaitu menjadi superstar para cacing, hal itu tentu saja lebih hebat daripada sekedar menjadi juara lomba musik kan?

Saya jadi ingat cuplikan lirik lagu berjudul JANGAN MENYERAH yang dinyanyikan grup musik DMASIV :


Tetap jalani hidup ini, perlakukan yang terbaik
Tuhan pasti akan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa…

No comments:

Post a Comment